Breaking News:

Demi Uang TKS Kecamatan di Muara Enim Nekat Palsukan Laporan Kepolisian Untuk Keperluan Ini

Modus ingin mencari keuntungan TKS Kecamatan Rambang, Kabupaten Muara Enim nekat memalsukan surat LP Polsek Rambang sebagai syarat pengurusan berkas

sripoku.com/ardani
Kapolres Muara Enim AKBP Danny Sianipar 

SRIPOKU.COM, MUARA ENIM --- Modus ingin mencari keuntungan, seorang Tenaga Kerja Sukarela atau TKS Kecamatan Rambang, Kabupaten Muara Enim, Wenpri Iswando (30) warga Desa Sugih Waras Kecamatan Rambang bernama Wenpri Iswando (30), nekat memalsukan surat Laporan Kepolisian (LP) Polsek Rambang sebagai syarat pengurusan berkas.

Atas perbuatannya pelaku diamankan di Mapolres Kabupaten Muara Enim, Selasa (13/4/2021).

Terungkapnya kasus tersebut, berawal pelaku datang ke kantor Dinas Kependudukan dan Catatan Sipil (Disdukcapil) Kabupaten Muara Enim untuk mengurus berkas pembuatan akte kelahiran yang hilang.

Kemudian petugas Dinas Kependudukan dan Catatan Sipil (Disdukcapil) Muara Enim melihat tiga surat laporan kehilangan (LP, red) yang dilampirkan pelaku sebagai syarat mengurus pembuatan akte kelahiran yang hilang nampak berbeda tandatangannya tetapi nama Kepala SPK Polseknya sama serta  tidak tertulis NRP nya.

Dari kecurigaan tersebut petugas Capil Kabupaten Muara Enim langsung menghubungi pihak kepolisian.

Jangan lupa subscribe, like dan share channel Youtube Sriwijayapost di bawah ini:

Kapolres Muara Enim, AKBP Danny Sianipar melalui Kasat Reskrim, AKP Widhi Andika Darma membenarkan, bahwa telah mengamankan pelaku beserta barang bukti yakni tiga lembar surat LP model C yang palsu, satu buah stempel Polsek Rambang, dan satu buah flashdisk untuk pemeriksaan lebih lanjut.

Dari pengakuan pelaku yang sehari-harinya sebagai TKS Kecamatan Rambang tersebut, bahwa ia telah beberapa bulan belakangan ini telah melakukan pemalsuan LP kehilangan tersebut dengan untuk membantu warga yang akan mengurus akte kelahiran yang hilang.

Tujuannya hanya untuk mendapatkan keuntungan dari uang lelah pengurusan berkas sekitar Rp 50 - Rp 100 ribu per berkas.

Masih dikatakan, AKP Widhi, bahwa pelaku melakukan pemalsuan dengan cara otodidak, dengan cara mencontoh surat laporan kehilangan yang sudah ada di kantor kecamatan.

Atas perbuatannya pelaku akan dijerat dengan pasal 264 ayat 1 dan atau pasal 263 ayat 1 dan 2 tentang pemalsuan dengan ancaman hukumannya 5 - 8 tahun.

"Jadi jangan main main dengan pemalsuan. Apalagi ini adalah dokumen kepolisian. Upaya ini adalah untuk menyelamatkan institusi Kepolisian," tegasnya.

Jangan lupa juga subscribe, like dan share channel Instagram Sriwijayapost di bawah ini:

Editor: adi kurniawan
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved