Breaking News:

Jabatan Presiden

Menyoal Periode Ideal Jabatan Presiden

Diskursus masa jabatan presiden (presidential term) kembali mengemuka seiring wa­ca­na perdebatan skema politik 2024 yang kian memanas.

ist
Prasetyo Nugraha SH MHI 

Oleh : Prasetyo Nugraha SH MHI

Manajer Smart Weast  On Target  ( SWOT) Institute di Palembang

Diskursus masa jabatan presiden (presidential term) kembali mengemuka seiring wa­ca­na perdebatan skema politik 2024 yang kian memanas.

Sebagian merespon negatif, na­mun sebagian merespon positif sebagai pengayaan wacana politik nasional selama me­lalui posedur demokrasi, meliputi diskursus partisipatif publik dan Rapat Paripurna DPR/MPR RI .

Penambahan atau pengurangan masa jabatan presiden dan wakil presiden bukanlah su­atu hal yang mustahil, tentu itu bisa dillakukan.

Tetapi merujuk dalam hukum tata ne­gara Indonesia perubahan dimaksud hanya dapat dilakukan melalui amandemen kon­stitusi atau Undang-Undang Dasar Republik Indonesia Tahun 1945 (UUD 1945).

Presidential term -dengan sistem pembatasan satu masa jabatan selama lima tahun dan dapat menjabat sebanyak dua periode, pertama kali diterbitkan saat terjadi euforia re­formasi di Indonesia, di mana kala itu segenap tumpah darah dirundung transisi de­mo­krasi.

Pembatasan masa jabatan lebih didasari traumatik sejarah.

Karena pada era sebe­lum­nya, Indonesia dipimpin oleh rezim otoriterian, berkuasa selama tujuh periode (1968-1998).

Artinya pembahasan batasan masa jabatan bukan sesuatu yang tabu, dan dua pe­riode masa jabatan baru dijalankan selama dua dekade terakhir di republik ini.

Halaman
1234
Editor: Salman Rasyidin
Sumber: Sriwijaya Post
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved