Breaking News:

Kampung Narkoba Digerebek

AGAR Tak Tertangkap, Bandar Sewa Mata-mata, Sehari Dibayar Rp 200 Ribu: Tes Urine, 47 Orang Positif

Bandar sabu di kampung narkoba Tangga Buntung menyewa mata-mata untuk mengawasi gerak gerik orang yang mencurigakan, termasuk polisi.

KOMPAS.com/Aji YK Putra
65 warga yang ditangkap petugas gabungan dalam penggerebekan kampung narkoba di Palembang, Minggu (11/4/2021). 

SRIPOKU.COM, PALEMBANG- Bandar sabu di kampung narkoba Tangga Buntung menyewa mata-mata untuk mengawasi gerak gerik orang yang mencurigakan, termasuk polisi. Mereka akan menyalakan petasan sebagai tanda kepada bandar untuk kabur. Orang-orang bayaran bandar sabu ini diupah Rp 200 ribu per hari.

Kasat Narkoba Polrestabes Palembang AKBP Andi Supriadi, Senin (12/4/2021) mengatakan, informasi yang didapatkan di lapangan ternyata yang menghidupkan petasan-petasan tersebut orang suruhan.
"Kurang lebih 15 orang," ujarnya Senin (12/4/2021).

Ia mengungkapkan, fakta tersebut masih dalam pengembangan.
Sebelumnya diamankannya, 65 orang saat pengerbekan yang dilakukan tim gabungan Polda Sumsel dan Polrestabes Palembang di kawasan Tangga Buntung, Minggu (11/4/2021).

Kapolrestabes Palembang Kombes Pol Irvan Prawira Satyaputra melalui Kasat Narkoba AKBP Andi Supriadi mengatakan ke 65 orang yang diamankan akan diperiksa selama 3x24 jam.
"Ada beberapa yang terbukti menggunakan narkoba setelah dilakukan tes urine. Selanjutnya kita akan berkordinasi dengan BNNP untuk memperoses para pelaku," ujarnya Senin (12/4/2021).
Lanjut AKBP Andi mengakatan, para pelaku masih di tahan selama 3x24 jam di Polrestabes Palembang.

"Kita masih mendalami apa saja peran pelaku, apakah mereka pemilik sajam dan lain-lain," katanya.
Ia menjelaskan, target utama dalam pengerebekan di TKP yaitu Juni dan Hijiriah.
"Keduanya sudah kita amankan, dan kami duga keduanya merupakan bandar besar," jelasnya.

Serta Jangan lupa Like fanspage Facebook Sriwijaya Post di bawah ini:

Menyinggung kemungkinan ada oknum yang terlibat sebagai beking, Kasat Reserse Narkoba Polrestabes Palembang AKBP Andi Supriadi tidak menampik. "Kita tidak mau berandai-andai, namun akan kita kembangkan terus, jika terbukti ada yang membekingi akan kita kembangkan terus siapa dan apa peran mereka," tegasnya.

Sejauh ini kata AKBP Andi, dari 65 yang diamankan ada sekitar lima orang masih anak-anak diantaranya dua perempuan berusia di bawah 18 tahun. "Diantara anak tersebut ada yang terbukti positif menggunakan narkoba setelah dilakukan tes urine," jelas AKBP Andi sembari menambahkan, untuk anak-anak yang terbukti menggunakan narkoba akan tetap diproses dan kepolisian akan berkordinasi dengan BNNP.

AKBP Andi Supriadi ketika dikonfirmasi terkait perkembangan penggerebekan di kampung narkoba Tangga Buntung itu mengatakan, setelah dilakukan test urine ada 47 orang yang positif menggunakan narkoba. "Memang tidak ada barang bukti, jadi hanya dikenakan Undang-Undang Nomor 35 tahun 2009 tentang Narkotika Pasal 127 ayat 1, nanti untuk selanjutnya kita koordinasi lebih lanjut dengan BNN," jelasnya seraya menyebutkan ada waktu 3 x 24 jam untuk melakukan pemeriksaan.

"Kami duga Ateng pada saat kejadian ada di rumahnya namun karena ia mengetahui sehingga kami duga Ateng melarikan diri dan saat ini masih dalam DPO," ungkapnya.

Ia menegaskan agar Ateng segera menyerahkan diri.

"Kami tegaskan untuk Ateng menyerahkan diri. Kami sudah mengetahui identitasnya, apabila melakukan perlawanan pada saat akan ditangkap akan kami berikan tindakan tegas dan terukur," tutupnya.

ilustrasi
Update 12 April 2021. (https://covid19.go.id/)
Editor: Wiedarto
Sumber: Sriwijaya Post
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved