5 Kebiasaan Ini yang Membuat Kamu Susah Kaya
Kamu yang semula merasa nyaman dengan memakai tas yang selama ini kamu pakai, mulai gatal-gatal ingin ganti Prada seperti milik teman-teman kamu
SRIPOKU.COM, JAKARTA - Kita sering ber tanya-tanya kenapa hidup begini-begini saja.
Padahal karir bagus dan pekerjaan juga mentereng.
Merasa hidup hemat sudah.
Apalagi yang kurang coba?
Ternyata penyebabnya ada pada cara kita mengelola keuangan.
Mengutip Yukbaca.xyz, ada 5 penyebab.
Apa saja?
Berikut penjelasannya ...
1. Gaji naik = gaya hidup naik
Kamu yang semula merasa nyaman memakai tas yang selama ini kamu pakai, mulai gatal ingin ganti Prada seperti milik teman-temanmu.
Kamu yang biasanya betah ke kantor menggunakan ojek online, jadi malas keluar rumah kalau tidak pakai taksi.
Jika gaji naik selalu diikuti peningkatan gaya hidup, jangan berharap bisa segera kaya dan merdeka finansial.
Coba ingat-ingat, berapa kali kamu “ngopi cantik” di luar dalam seminggu?
Apa yang kamu lakukan tiap libur akhir pekan?
Berapa kali kamu nambah daftar brand tas, sepatu, baju, atau gadget beberapa bulan belakangan ini?
Coba dievaluasi lagi gaya hidupmu.
Sebisa mungkin, kenaikan gaji jangan diikuti juga dengan gaya hidup yang naik kelas.
Kaya tapi sederhana malah lebih berkelas kok.
2. Terjebak dalam zona nyaman
Kamu sering menolak tawaran pekerjaan karena takut keluar dari zona nyaman?
Atau menolak tanggung jawab tambahan karena malas keluar dari rutinitas?
Akhirnya, kamu hanya melakukan hal yang sama tiap harinya, tanpa ada perkembangan yang berarti.
Zona nyaman memang bisa bikin banyak orang terbuai, tapi tanpa disadari banyak peluang yang terlewatkan dan hidup pun jadi terus jalan di tempat.
3. Takut mengambil risiko
Takut mengambil risiko adalah hal yang wajar.
Ketakutan ini dapat berdampak baik karena membuatmu berhati-hati mengambil langkah, terutama dalam menempatkan uang.
Tapi, faktanya selalu ada resiko dalam segala hal.
Tidak berani bersikap pun ada risikonya.
T
mengambil risiko karena takut jatuh miskin justru bisa jadi penyebab yang membuatmu susah kaya.
Contohnya, kamu yang masih takut berinvestasi akhirnya hanya mengandalkan penghasilan utama dan tabungan.
Terkadang, alokasi uang investasi justru mengalir untuk pengeluaran konsumtif.
Salah satu cara ampuh untuk mengurangi rasa takut adalah dengan memperdalam ilmu di bidang tersebut.
Contohnya, jika kamu masih ragu berinvestasi reksadana, cari informasi sebanyak-banyaknya mengenai produk investasi ini, serta lakukan diskusi dengan orang yang lebih berpengalaman.
Dengan ilmu yang cukup, rasa takut akan terganti dengan kepercayaan diri.
4. Banyak mengambil cicilan
Punya penghasilan yang cukup kadang membuat kita merasa aman untuk mengambil banyak cicilan.
Kita pikir toh akan mudah membayarnya dengan gaji bulanan.
Tanpa sadar, terlalu banyak cicilan membuat kita kehabisan uang untuk menabung apalagi investasi.
Jika harus berutang, pastikan utang merupakan utang produktif atau utang yang dilakukan untuk menambah manfaat finansial.
Contohnya adalah pinjaman uang yang dilakukan untuk suatu usaha.
Nah, laba usaha bisa digunakan untuk melunasi pinjaman tersebut.
Setelah pinjaman lunas, keuntungan usaha tersebut pun bisa dinikmati.
5. Malas investasi skill
Selain uang, kamu juga perlu fokus berinvestasi untuk mengembangkan kemampuan diri atau skill.
Caranya bisa dengan mempelajari hal baru lewat membaca buku memperluas jaringan, serta mengikuti berbagai seminar dan workshop.
Jangan biarkan rutinitas harian kantor justru membuatmu gak berkembang.
Memiliki pekerjaan atau menjadi karyawan adalah sebuah berkah.
Kamu gak perlu lagi terus-terusan sibuk cari kerja.
Walau begitu, bukan berarti kamu bisa terlena dan jalan di tempat.
Terbuai dengan kenyamanan menjadi karyawan ditambah gengsi tinggi untuk terlihat tampak kaya justru dapat membuatmu susah kaya.
Sebelum terlambat, yuk ubah kebiasaan ini dari sekarang!
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/palembang/foto/bank/originals/duit-lama1.jpg)