Breaking News:

Berita Palembang

Apa Itu Awan Cumulonimbus, Penyebab Angin Kencang & Hujan Deras Palembang Hari Ini: Potensi Bencana

"Maka jika ada tanda-tanda munculnya awan cumulonimbus tersebut, saya himbau masyarakat untuk waspada akan potensi bencana yang bisa terjadi," ujarnya

SRIPOKU.COM/MAYA CITRA ROSA
Sebuah pohon tumbang menutupi jalan menuju Jalan Angkatan 45 Sebelah Palembang Icon akibat hujan deras disertai petir yang berlangsung dari pukul 9.40 hingga pukul 11.00 WIB, Sabtu (10/4/2021). 

Laporan wartawan Sripoku.com, Maya Citra Rosa

SRIPOKU.COM, PALEMBANG -- Pertumbuhan awan cumulonimbus di Palembang dan sekitarnya menyebabkan angin kencang diikuti dengan hujan deras di Kota Palembang, hari ini Sabtu (10/4/2021).

Hal tersebut berdasarkan analisis BMKG Palembang, yang mana analisis streamline menunjukkan wilayah Sumsel, khususnya Palembang dan sekitarnya terdapat daerah pertemuan massa udara atau konvergensi.

Hal ini menyebabkan pertumbuhan awan hujan yang cukup intensif. 

Baca juga: Hujan Deras di Palembang, Pohon Besar di Stadion Bumi Sriwijaya Tumbang: Sekda Sampai Turun Tangan

Baca juga: Ratu Dewa Salurkan 900 Kg Beras ke Panti Asuhan, Hasil Urunan ASN Pemkot Palembang

Kepala Unit Analisa Dan Prakiraan Stasiun Meteorologi SMB II Palembang mengatakan awan cumulonimbus yang paling utama dapat menyebabkan hujan lebat, angin kencang dan kilat atau petir.

Awan ini dapat diketahui oleh masyarakat dengan ciri-ciri jika melihat awan berwarna abu-abu gelap atau hitam, gerakannya seperti berjalan mendekati dengan cepat.

Selain itu, biasanya sebelum terjadi hujan, angin kencang, kilat atau petir mendahului kedatangan awan ini dan kemudian disertai hujan.

"Maka jika ada tanda-tanda munculnya awan cumulonimbus tersebut, saya himbau masyarakat untuk waspada akan potensi bencana yang bisa terjadi," ujarnya.

Baca juga: PAGI INI, Kota Palembang Dilanda Hujan Deras Disertai Angin Kencang, WASPADA Meluas Hingga OKUT

Baca juga: Hasil Otopsi Mayat Bayi di Plaju Palembang, Dokter: Ada Kekerasan Benda Tumpul, Usia Satu Minggu

Masyarakat harus waspada terhadap pohon, baliho, tiang tinggi yang roboh, karena angin kencang, petir atau kilat, dan genangan serta banjir yang bisa timbul.

Sedangkan untuk kecepatan angin maksimum yang tercatat di BMKG SMB II yaitu 37 Knot atau 72 km/jam.

Halaman
1234
Penulis: maya citra rosa
Editor: RM. Resha A.U
Sumber: Sriwijaya Post
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved