Breaking News:

Kasus Masjid Sriwijaya

HABISKAN APBD Rp 130 Miliar, Proyek Masjid Sriwijaya Mandek: Kejati Sumsel Panggil Jimly Asshiddiqie

Penyidik Pidana Khusus (Pidsus) Kejaksan Tinggi (Kejati) Sumatera Selatan akan memanggil mantan ketua Mahkamah Konsitusi (MK)

handout
Lokasi pembangunan masjid Sriwijaya di Palembang mangkrak sejak 2018. Akibatnya, sejumlah mantan pejabat di Pemrov Sumsel diperiksa oleh penyidik Kejati Sumsel. 

SRIPOKU.COM, PALEMBANG--- Penyidik Pidana Khusus (Pidsus) Kejaksan Tinggi (Kejati) Sumatera Selatan akan memanggil mantan ketua Mahkamah Konsitusi (MK) periode 2003-2008 Jimly Asshiddiqie terkait kasus mangkraknya pembangunan masjid Sriwijaya Palembang. Jimly dijadwalkan akan dipanggil pada Senin (12/4/2021) mendatang untuk dimintai keterangan. Kepala Seksi Penerangan dan Hukum (Kasi Penkum) Kejati Sumatera Selatan Khaidirman membenarkan adanya jadwal untuk pemeriksaan Jimly. "Betul diperiksa sebagai saksi kasus masjid Sriwijaya,"kata Khaidirman di Kejati Sumatera Selatan, Kamis (8/4/2021).

Menurut Khaidirman, saat proses pembangunan masjid Sriwijaya pada 2015-2018 dilakukan, Jimly merupakan ketua pembina pembangunan. Sehingga keterangannya sebagai saksi sangat diperlukan. "Materi pemeriksaannya itu wewenang penyidik, tapi untuk surat pemanggilan sebagai saksi sudah kami layangkan,"ujarnya.

Tak hanya Jimly, dalam kasus ini mantan Gubernur Sumatera Selatan periode 2008-2018 Alex Noerdin juga akan ikut dimintai keterangan. Alex sebelumnya sempat tak hadir dalam pemeriksaan oleh penyidik pada Senin (6/4/2021) kemarin. "Untuk Alex Noerdin dijadwalkan ulang untuk diperiksa pada Kamis (15/4/2021) besok,"ungkap Khaidirman.

Diberitakan sebelumnya, penyidik Kejati Sumatera Selatan menetapkan empat orang tersangka atas kasus mangkraknya pembangunan masjid Sriwijaya. Mereka adalah Ketua Umum Panitia Pembangunan Masjid Raya Sriwijaya 2015-2018, Eddy Hermanto, ketua panitia divisi lelang pembangunan Masjid Sriwijaya, Syarifudin. Project Manager PT Brantas Abipraya-PT Yodya Karya, Yudi Arminto dan terakhir kerjasama operasional (KSO), PT Brantas Abipraya-PT Yodya Karya, Dwi Kridayani.

Pembangunan masjid dengan luas lahan 20 hektare (ha) itu, diketahui telah mengeluarkan dana Rp130 miliar untuk pembangunan awal masjid yang menggunakan anggaran pendapatan belanja daerah (APBD) dari Pemprov Sumatera Selatan.

Artikel ini telah tayang di Kompas.com dengan judul "Kasus Masjid Sriwijaya Mangkrak, Penyidik Panggil Mantan Ketua MK Jimly Asshiddiqie", https://regional.kompas.com/read/2021/04/08/215524278/kasus-masjid-sriwijaya-mangkrak-penyidik-panggil-mantan-ketua-mk-jimly.
Penulis : Kontributor Palembang, Aji YK Putra
Editor : Aprillia Ika

Editor: Wiedarto
Sumber: Kompas.com
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved