Breaking News:

Gunung Meletus

24 JAM Bakal Meletus, Warga Satu Pulau Dievakuasi: Pelabuhan Dipenuhi Manusia Cari Kapal SAR

Pemerintah pulau St Vincent mengevakuasi 16.000 penduduk, setelah status Gunung La Soufriere mengkhawatirkan

REUTERS/The UWI Seismic Research Centre via Russian Today
Gunung La Soufriere berdasarkan citra yang dipaparkan University of the West Indies Seismic Research Centre pada Kamis, 8 April 2021. Perintah evakuasi diberikan kepada 16.000 penduduk di zona merah St Vincent, karena gunung tersebut bisa meletus setiap saat. 

SRIPOKU.COM--Pemerintah pulau St Vincent mengevakuasi 16.000 penduduk, setelah status Gunung La Soufriere mengkhawatirkan. Menurut seimolog, gunung api itu bisa meletus sewaktu-waktu, dengan "pemberitahuan yang muncul begitu minim".

Puluhan ribu orang itu tinggal di zona merah karena dekat gunung, dan bakal dievakuasi ke bagian pulau yang lebih aman atau dengan kapal. Gunung itu disebut sudah menunjukkan aktivitas seismik sejak Desember 2020. Namun, beberapa hari terakhir mengalami peningkatan. Peningkatan itu memicu kekhawatiran Gunung La Soufriere akan mengalami letusan besar, yang berpotensi menghancurkan.

Tayangan yang dirilis University of the West Indies Seismic Research Centre (UWI-SRC) menunjukkan kubah gunung mulai bersinar. Dilansir Russian Today Jumat (9/4/2021), awan uap mulai berkumpul di sekitar puncak La Soufriere. Pada Kamis (8/4/2021), para peneliti mencatat adanya enam getaran vulkanik terpisah, di mana diyakini magma sudah mendekati permukaan kawah. Gunung berapi tersebut juga memuntahkan abu, semakin meyakini bahwa La Soufriere berada di ambang erupsi. "Letusan efusif terus berlanjut, dan fase ledakan mungkin dimulai dengan sedikit peringatan," jelas UWI-SRC.

Dan jangan lupa subscribe, like dan share channel Tiktok Sriwijayapost di bawah ini:

Seismolog tidak bisa memberikan prediksi pasti dengan pasti kapankah gunung itu akan meletus di St Vincent.
Namun, Profesor Richard Roberton sebagai pemimpin tim menyatakan, dia takkan terkejut jika erupsi terjadi 24-48 jam ke depan. Karena itu, Perdana Menteri St Vincent Ralph Gonsalves memerintahkan agar warga di timur laut dan barat daya untuk mengungsi secepatnya. PM Gonsalves menyatakan, kapal pesiar Royal Caribbean akan berlayar untuk mengangkut warga di zona merah.

Namun, pemerintah menyebut hanya mereka yang sudah divaksinasi Covid-19 yang bisa naik ke atas kapal. Karena itu, muncul kekhawatiran vaksinasi akan bisa dilakukan tepat waktu sebelum erupsi terjadi. Diyakini, mereka yang belum divaksin terpaksa diarahkan ke bagian lain pulau yang dianggap aman. Kali terakhir La Soufriere meletus pada 1979 tanpa adanya korban. Pada erupsi 1902, sebanyak 1.600 penduduk tewas.

Artikel ini telah tayang di Kompas.com dengan judul "Gunung La Soufriere Bisa Meletus Setiap Saat, 16.000 Orang di St Vincent Dievakuasi", Klik untuk baca: https://www.kompas.com/global/read/2021/04/09/181545170/gunung-la-soufriere-bisa-meletus-setiap-saat-16000-orang-di-st-vincent?page=all#page2.
Penulis : Ardi Priyatno Utomo
Editor : Ardi Priyatno Utomo

Serta Jangan lupa Like fanspage Facebook Sriwijaya Post di bawah ini:

Editor: Wiedarto
Sumber: Kompas.com
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved