Breaking News:

Sulap Nira Sawit Jadi Gula Aren, Petani di Muba Buka Lapangan Pekerjaan Baru

Yakup Supriyanto, seorang petani asal Kecamatan Sungai Lilin Kabupaten Muba ini berinovasi memanfaatkan nira sawit untuk memproduksi gula aren.

sripoku.com/fajeri
Gula Aren dari nira sawit dituang ke dalam wadah pencetakan 

SRIPOKU.COM, SEKAYU - Selama ini tanaman sawit secara luas pemanfaatannya hanya untuk mendapatkan minyak dari buahnya.

Namun berbeda dengan apa yang dilakukan Yakup Supriyanto, seorang petani asal Kecamatan Sungai Lilin Kabupaten Muba ini berinovasi memanfaatkan nira sawit untuk memproduksi gula aren.

Pemanfaatan nira sawit jadi gula aren ini ia lakukan bersama 10 orang pekerja masyarakat setempat. Ide Yakup  ini  membuka peluang usaha baru sekaligus menjadikan tanaman sawit lebih bermanfaat tidak hanya buahnya saja.

"Kita lakukan pasca replanting (peremajaan sawit), untuk mencegah hama dan penyakit pada tanaman. Kalau dalam sehari bisa menghasilkan 7 liter air nira per batang,”kata Yakup ketika dibincangi, Kamis (8/4/2021).

Yakup menjelaskan dia mengelola 3 hektare kebun sawit dengan jumlah 300 batang sawit. Menurutnya gula aren dari nira ini merupakan yang pertama di Sumsel, sedangkan diluar Sumsel terdapat di Medan.

“Dalam pengemasan kita membuatnya jadi dua, yakni 1/2 sampai 1 kilogram. Untuk 1/2 kilogramnya kita jual dengan harga Rp20 ribu dan 1 kilogram kita jual dengan harga Rp40 ribu,”ungkapnya.

Bisnis tersebut pertama kali ia lakukan ketika diajak oleh Pak Wakil Bupati Muba Beni Hernedi untuk study banding ke Medan mengenai pengolaan batang sawit menjadi nira.

“Saya kira pohon sawit hanya diambil buah dan briketnya saja. Tetapi setelah dipelajari air sari pohon bisa menjadi gula merah setelah dilakukan pengolahan,”ungkapnya.

Disinggung sudah sejauh mana ia menjual gula arena tersebut, Yakup menyebutkan masih seputar wilayah Sumsel dan masih dibagikan untuk promosi. “Saya sudah mengirim ke Palembang 300 kilogram. Dari pengiriman yang dilakukan respon dari konsumen baik karena kata mereka mempunyai rasa yang sedikit berbeda,”tambahnya.

Bisnis yang baru berjalan kurang lebih satu bulan ini, sudah menunjukkan sisi positif dimana permintaan kerjasama sudah banyak seperti dari Tanggerang dan Jakarta. “Kemarin ada satu perusahaan kopi ternama mau menjajaki kerja sama tapi belum sempat. Kedepan kita terus meningkatkan produksi gula aren agar bisa memenuhi kebutuhan permintaa konsumen,”tutupnya. (dho)

Penulis: Fajeri Ramadhoni
Editor: Azwir Ahmad
Sumber: Sriwijaya Post
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved