Breaking News:

Hijrah Dari Petambang PETI, Juardi Menikmati Sukses Tekuni Usaha Pupuk Bokasi

Perubahan jalan  hidup Juardi bermula tahun 2013 lalu, ketika memutuskan berhenti menjadi pekerja PETI dan mulai merintis usaha pupuk bokasi

Editor: Azwir Ahmad
ho/sripoku.com
Depot Pupuk Bokasi milik Juardi, salah satu mitra binaan CSR PT Bukit Asam 

SRIPOKU.COM - Juardi,(40) warga Talang Jawa Kelurahan Tanjung Enim kecamatan Lawang Kidul Kabupaten Muaraenim ini kini menikmati hasil usaha  pupuk bokasi hingga ratusan juta rupiah.

Namun apa yang dia nikmati saat ini bukanlah hasil instan, namun melalui jalan panjang suka duka saat mulai merintis usaha.

Dalam bincang-bincang dengan Sripoku.com, Kamis (8/4/2021), Juardi yang pernah menjadi pekerja di kawasan pertambangan tanpa izin (PETI)  di kabupaten Muaraenim ini pun bersedia berbagi kisah hidupnya yang penuh lika-liku.

" Banyak pertimbangan saya untuk berhenti dari PETI, mulai dari resiko keselamatan serta faktor lainnya. Toh, kalau ada kesempatan untuk mendapat rezeki lebih baik dan lebih aman, kenapa tidak dijalani,"katanya.

Perubahan jalan  hidup Juardi bermula pada tahun 2013 lalu, ketika ia memutuskan berhenti menjadi pekerja PETI dan memutuskan untuk merintis usaha pupuk bokasi

" Memang kelihatannya jauh sekali, dari yang mengolah batu bara jadi harus berjibaku dengan kotoran ternak,"katanya.

Ia juga menceritakan usaha yang ia rintis mendapat suport dari Corporate Social Responsibility (CSR) PT Bukit Asam Tbk (PTBA) melalui bantuan dana kemitraan.

" Tak hanya mendapat suntikan modal, saya juga mendapatkan pelatihan pembuatan pupuk bokasi dari tim CSR PTBA yang saya ikuti dengan tekun. Dari pelatihan tersebut, saya bisa mengetahui prosedur dan tata cara yang benar pembuatan bokasi yang layak jual dan bernilai jual tinggi, sehingga mendapatkan hasil yang maksimal,"katanya.

Bahkan,lanjutnya, untuk pemasaran pupuk bokasi pun dirinya dibantu oleh CSR PTBA yang membantu pemasaran sebanyak 1.000 ton pupuk bokasi yang dipasarkan ke beberapa perusahaan di sekitar Kabupaten Muaraenim.

Jerih payah Juardipun terbayar, setelah bertahun-tahun menekuni dan berjibaku dengan kotoran ternak, kini ia menjadi pengusaha yang memiliki 12 pegawai.

Halaman
12
Sumber: Sriwijaya Post
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved