Breaking News:

Ramadan 2021

MUI Palembang Imbau Ceramah Ramadan Maksimal 20 Menit, Penceramah Harus Ingat Kondisi Pandemi Covid!

Sama seperti tahun kemarin,  umat muslim yang menjalankan ibadah puasa ramadan pada tahun ini masih dalam kondisi pandemi Covid-19.

Penulis: Odi Aria Saputra | Editor: Sudarwan
SRIPOKU.COM/ANDI WIJAYA
Ketua MUI Kota Palembang, Drs Hm Saim Marhadan 

Laporan wartawan Sripoku.com, Odi Aria Saputra

SRIPOKU.COM, PALEMBANG - Sekitar sepekan lagi umat muslim di seluruh dunia akan menjalankan ibadah puasa Ramadhan 1442 Hijriyah.

Sama seperti tahun kemarin,  umat muslim yang menjalankan ibadah puasa pada tahun ini masih dalam kondisi pandemi Covid-19.

Dengan kondisi penyebaran virus corona yang juga belum mereda, ketua Majelis Ulama Indonesia (MUI)  Palembang, Saim Marhadan mengimbau kepada para penceramah yang akan mengisi ceramah di masjid atau mushola di kota Palembang agar jangan berlama-lama menyampaikan tausiah.

MUI Palembang menyarankan ceramah Ramadhan 1442 Hijriyah maksimal 15-20 menit.

Durasi tersebut dinilai Saim sudah sangat ideal bagi para penceramah menyampaikan tausiyahnya. 

"Kita lihat kondisilah, bagaimana cara penceramah mengatur durasinya. Tetapi kami imbau paling lama 20 menitlah. Karena mengingat saat ini masih dalam kondisi pandemi," katanya,  Selasa (6/4/2021).

Meski mengimbau durasi ceramah di saat bulan Ramadhan, namun Saim mengaku pihaknya tidak mengeluarkan surat edaran atau aturan baku ke masjid atau mushola terkait durasi ceramah.

Saim juga menyebut, pihaknya tidak membatasi ceramah Ramadhan dilakukan pada saat solat tarawih atau setelah solat Subuh. 

"Untuk ceramah ya silahkan tergantung jemaah masjid maunya tarawih saja atau subuh saja. Atau ada dua-duanya, tergantung dari masjid atau mushola masing-masing," jelas Saim. 

Selain itu, dalam kondisi Pandemi saat ini MUI Palembang menegaskan tak ada aturan khusus bagi jemaah yang hendak beribadah ke Masjid.

Namun, para jemaah harus tetap mentaati protokol kesehatan sesaat dan sebelum beribadah.

Sebelum pergi ke tempat ibadah,  Saim menuturkan para jemaah wajib rajin mencuci tangan, memakai masker dan menjauhi kerumunan. 

"Kalau untuk shaf akan diatur berjarak seperti kondisi Pandemi saat ini. Hanya saja, jaraknya jangan terlalu jauh antar jemaah. Sebaiknya jemaah juga membawa sajadah sendiri dari rumah," ujar Saim. 

Sumber: Sriwijaya Post
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved