Breaking News:

Sidang Dugaan Korupsi Lahan Kuburan

Merasa Jadi Korban, Johan Anuar: Saya Pernah Ditanya Tanah Itu Lalu Dijawab Bagus Tak Sengketa

"Saya pernah menandatangani surat pernyataan pertanggungjawaban. Saya bertanggung jawab apabila muncul permasalahan dikemudian hari," ujar Johan Anuar

Sripoku.com/Chairul Nisya
Terdakwa Johan Anuar, saat hadir Langsung di Ruang Sidang Tipikor, Dalam Perkara Dugaan Korupsi Pengadaan Lahan Kuburan di OKU, Selasa (6/4/2021). 

SRIPOKU.COM, PALEMBANG - Terdakwa kasus dugaan korupsi pengadaan lahan makam di Kabupaten OKU, Johan Anuar hadiri sidang secara langsung di Pengadilan Tipikor Palembang, Selasa (6/4/2021).

Sidang diketuai oleh hakim Erma Suhartini SH MH, dengan agenda sidang, keterangan terdakwa.

Dalam keterangannya, terdakwa Johan Anuar secara gamblang menyebut dirinya telah dijebak dan jadi korban politik dari orang-orang yang ingin menjatuhkannya. 

"Saya dijebak oleh pak Sarjono (sudah meninggal dunia). Maksud dijebak ini adalah ke arah politik 2014. Disitulah orang-orang yang mau menjatuhkan saya di tahun 2014," ujar Johan Anuar saat memberikan keterangan. 

Baca juga: Sidang Langsung di Pengadilan Tipikor, Johan Anuar Mengaku Lebih Lega

Baca juga: Terdakwa Johan Anuar Berikan Keterangan, Ini Tanggapan JPU KPK

Baca juga: BREAKING NEWS : Johan Anuar Dihadirkan Langsung, Jalani Sidang Dugaan Korupsi Lahan Kuburan

Pernyataan tersebut dikatakan, terdakwa Johan Anuar saat JPU KPK bertanya terkait surat pertanggung jawaban yang ditandatangani beberapa orang termasuk Johan Anuar terkait pengadaan lahan kuburan seluas 10 hektare di kabupaten OKU. 

Sebelumnya, Abu Hanifah, anggota Majelis hakim juga menanyakan terkait surat pertanggung jawaban itu kepada Johan Anuar

"Saya pernah menandatangani surat pernyataan pertanggungjawaban. Saya bertanggung jawab apabila muncul permasalahan dikemudian hari," ujar Johan Anuar, dihadapan majelis hakim.

Mendengar jawaban itu, hakim kembali memberikan pertanyaan kepada Johan Anuar

"Kenapa anda pasang badan? Berlebihan tidak isi surat itu? Apakah ada kepentingan disini? Karena sudah beberapa saksi lain mengatakan bahwa ada kemiringan pada tanah tersebut dan pernah terjadi sengketa," tanya hakim Abu Hanifah. 

Dengan sigap, Johan Anuar membantah bahwa dirinya memiliki kepentingan atas lahan 10 hektare tersebut. 

Halaman
12
Editor: adi kurniawan
Sumber: Sriwijaya Post
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved