Breaking News:

Berita Muba

Masyarakat Dapat Subsidi 60 Persen dari Pemkab Muba, Sediakan 1.289 Paket Sembako Murah

Mengenai besaran subsidi untuk tahun 2021 ini, ditingkatkan atau jauh lebih besar dari tahun-tahun sebelumnya.

SRIPOKU.COM/FAJERI RAMADHONI
Kabid Bopokting Dinas Perdagangan dan Industri Muba, Darmadi ketika menyerahkan sembako kepada Camat dalam pasar sembako murah. 

Laporan Wartawan Sripoku.com, Fajeri Ramadhoni

SRIPOKU.COM, SEKAYU -- Menjelang sepekan bulan suci Ramadhan 1442 H yang sebentar lagi akan tiba, Pemerintah Kabupaten Musi Banyuasin (Muba) melalui Dinas Perdagangan dan Perindustrian (Disdagperin) telah melaksanakan pasar murah.

Dimana pasar sembako murah telah dilaksanakan di Kecamatan Keluang dan Kecamatan Lawang Wetan, Jumat (26/3/21) lalu dengan menyasar masyarakat miskin yang masuk dalam DTKS dan terdampak Covid-19.

Kepala Dinas Perdagangan dan Perindustrian, Azizah SSOs didampingi Kabid Bapokting Darmadi, mengatakan bahwa program pasar sembako murah merupakan inisiasi Bupati Muba dalam meringankan beban masyatakat dalam menyambut bulan puasa dan masyarakat terdampak Covid-19. 

Baca juga: Digerebek Aparat Polres Muba, Pemilik 8 Paket Narkotika Ini Malah Kabur ke Kamar Mandi

Baca juga: Polres Muba Pasang ETLE Pada Dua Tempat di Sekayu, Dishub Muba Lakukan Deklrasi ODOL

“Sesuai dengan instruksi Pak Bupati kita Disdagperin melaksanakan pasar murah di dua kecamatan di Muba. Tujuan dilaksanakannya pasar murah bertujuan untuk meringankan beban masyarakat terdampak Covid-19,” kata Azizah, Selasa (6/4/21).

Lanjutnya, subsidi sembako melalui kegiatan Pasar Murah untuk Kecamatan Lawang dilaksanakan 26 Maret 2021 dengan jumlah paket sebanyak 559 paket dimana untuk masing-masing paket yang diterima oleh masyarakat terdiri dari Beras Premium 10 kg, Gula 3 kg dan minyak goreng  3 liter. 

"Sedangkan untuk Kecamatan Keluang sebanyak 730 paket dengan rincian yang sama,"ujarnya.

Mengenai besaran subsidi untuk tahun 2021 ini, ditingkatkan atau jauh lebih besar dari tahun-tahun sebelumnya.

Hal ini didasarkan atas pertimbangan Pemkab Muba ingin benar-benar meringankan beban masyarakat yang kurang mampu/kategori miskin. 

Baca juga: Ada Tambahan Empat Pasien Covid-19, Update Virus Corona di Muba 3 April

Baca juga: Selama Ramadhan Tempat Hiburan Dilarang Beroperasi, Satpol PP Muba Pasang Imbauan

"Adapun subsidi beras per 10 kilogram dipatok sebesar Rp90 ribu, gula pasir Rp10 ribu dan minyak goreng Rp9 ribu. Dengan besarnya subsidi yang diberikan oleh Pemkab Muba ini, maka yang dibayar oleh masyarakat yang menjadi sasaran subsidi jauh lebih kecil,"ungkapnya. 

Perbedaan yang signifikan terjadi dalam pemberian subsidi harga sembako bagi masyarakat kurang mampu tahun ini. Sehingga masyarakat menjadi lebih ringan bebannya dalam memperoleh bahan pokok mereka, peningkatan subsidi tahun ini lebih dari 60% dibanding tahun-tahun sebelumnya. 

“Sebagai contoh, tahun 2020 subsidi beras per 10 kg sebesar Rp60 ribu. Sedangkan tahun 2021 ditingkatkan menjadi Rp90 ribu  artinya untuk mendapatkan beras premium 10 kg dipotong dengan subsidi 60 persen,” tambahnya

Pihaknya berharap penerima manfaat pasar murah dapat benar-benar sesuai sasaran dan meminta para Camat dan Kepala Desa agar melakukan verifikasi ulang data DTKS di tingkat desa sehingga nantinya program ini benar-benar tepat sasaran.

Baca juga: 15 Korban Penipuan Arisan Online di Muba Akhirnya Lapor Polisi, Sang Bandar Kini Tak Tahu Dimana

Baca juga: Muba Babel United Rekrut Gelandang Serba Bisa dari Badak Lampung

“Tidak seperti tahun sebelumnya ini dilakukan hasil dari data DTKS, sehingga warga yang kurang mampu atau yang benar-benar membutuhkan yang dapat. Kedepan kegiatan ini akan dilakukan pda seluruh Kecamatan disesuaikan dengan jadwal serta kelengkapan data masing-masing kecamatan,” tutupnya. 

Penulis: Fajeri Ramadhoni
Editor: RM. Resha A.U
Sumber: Sriwijaya Post
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved