Breaking News:

Kejari Prabumulih Selidiki Dugaan Korupsi di Dinas Sosial dan Dinas Kesehatan

Kejari Kota Prabumulih saat ini sedang menyelidiki dua kasus dugaan korupsi di Pemkot Prabumulih.

ho/sripoku.com
Kajari Prabumulih Topik Gunawan SH MH (tengah) didampingi Kasi Pidsus Wan Hadi Susilo dan Kasi Intel Hendra dalam press realise di aula Kejari Prabumulih, Selasa (6/4/2021). 

SRIPOKU.COM, PRABUMULIH - Kejaksaan Negeri (Kejari) Kota Prabumulih  saat ini sedang menyelidiki dua kasus dugaan korupsi di Pemkot Prabumulih.

Masing-masing pertama dugaan penyimpangan dana refocusing covid-19 sebesar Rp 2,9 miliar di Dinas Sosial tahun 2020. Kedua, dugaan penyelewengan dana operasional kesehatan (DOK) di Dinas Kesehatan tahun 2019 yang diduga fiktif sebesar Rp 141 juta.

"Kita tengah lakukan penyelidikan dua perkara dugaan korupsi, di Dinas Sosial dugaan penyimpangan dana refocusing covid-19 sebesar Rp 2,9 miliar dimana dana semestinya untuk pemanganan covid tapi malah digunakan untuk yang lain, seperti itu gambarannya," tegas Kepala Kejaksaan Negeri (Kajari) Topik Gunawan SH MH didampingi Kasi Pidsus Wan Susilo SH MH serta Kasi Intel Hendra SH MH saat menggelar preas release di aula Kejari Prabumulih, Selasa (6/4/2021).

Sementara untuk di Dinas Kesehatan dugaan penyelewengan dana operasional kesehatan (DOK) tahun 2019 yang diduga fiktif sebesar Rp 141 juta.

"Ini kasus lama dan kita sudah melakukan upaya koordinasi dengan inspektorat dan sudah diperiksa APIP (Aparatur Pengawasan Intern Pemerintah). Itu anggaran kegiatan fiktif, dan yang bersangkutan tidak ada titik temu maka diserahkan ke kita," terangnya.

Tidak hanya mengumpulkan dokumen-dokumen, bahkan kejaksaan negeri telah memeriksa belasan saksi baik pejabat maupun lainnya yang terkait dari dua kasus tersebut.

"Untuk dugaan penyelewengan dana refocusing covid-19 di Dinas Sosial kita sudah meriksa PPTK, bendahara dan pihak-pihak yang masuk unsur kepanitian. Begitupun untuk yang di dinas kesehatan," tegasnya seraya mengatakan belum ada tersangka dan masih penyelidikan.

Disinggung apakah dua perkara itu merupakan laporan warga atau bukan, Kajari menuturkan dua kasus ini merupakan temuan pihak intelijen Kejari Prabumulih yang diserahkan ke Seksi Pidana Khusus (Pidsus).

"Target penuntasan pasti ada, kita akan jalankan sesuai dengan SOP dan kita akan bicara berdasarkan bukti yang ada," tambahnya.(eds)

Editor: Azwir Ahmad
Sumber: Sriwijaya Post
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved