Breaking News:

Cerita Karnilawati di KMA 2021: Anak Pedagang Ikan yang Bangga Jadi Penyuluh Perikanan

Selama menjalankan tugasnya sebagai penyuluh perikanan, Nila kerap menerima penolakan saat melakukan program penyuluhan.

SRIPOKU.COM/JATI PURWANTI
Karnilawati, peserta Kartini Milenial Award 2021. 

SRIPOKU.COM, PALEMBANG -- Perempuan kelahiran Palembang, 19 Desember 1982, ini begitu bersemangat saat menerangkan tentang aktivitasnya sebagai penyuluh perikanan di penjurian Kartini Milenial Award (KMA) 2021 di Graha Tribun, Selasa (6/4/2021).

Karnilawati namanya.

Nila, begitu dia akrab disapa, mengaku bangga menjadi penyuluh pertanian bagi nelayan ikan di Palembang.

Baginya membagikan ilmu dan mendampingi nelayan hingga pedagang ikan segar dan giling merupakan kegiatan yang menyenangkan.

Baca juga: Pendaftaran Kartini Milenial Award 2021 Dibuka, Digelar Lebih Besar, Peserta dari Sumsel dan Lampung

Baca juga: 25 Finalis Kartini Milenial Award 2020 Unjuk Kebolehan di Graha Tribun Palembang

Profesi sebagai penyuluh perikanan digelutinya sejak tahun 2018 saat lolos dalam seleksi penerimaan Calon Pegawai Negeri Sipil (PNS).

"Saya anak penjual ikan di daerah Simpang Sungki. Cita-cita saya ikan tidak sekadar amis, becek dan kotor tapi bisa bernilai jual tinggi dan digemari," ujarnya.

Mantan dosen ini pun tak main-main dengan impiannya menjadikan nelayan hingga pedagang ikan menjadi lebih berdaya dengan sebelumnya menempuh S1 Budidaya Perairan di Universitas Sriwijaya.

"Dulu sewaktu saya skripsi dan adik saya juga kuliah lapak jualan ikan ayah digusur. Dari sana tekat saya makin menggebu-gebu agar ikan bisa naik kelas, pelaku usaha ikan juga bisa lebih sejahtera," kata Nila.

Selama menjalankan tugasnya sebagai penyuluh perikanan, Nila kerap menerima penolakan saat melakukan program penyuluhan.

Baca juga: Gratiskan Masker Jadi Strategi Berbisnis Finalis Kartini Milenial Award 2020 di Tengah Kasus Corona

Baca juga: Panitia Kartini Milenial Award 2020 Hadirkan Tiga Juri Kompeten untuk Menilai Finalis KMA 2020

Namun, benar kata pepatah, usaha tidak mengkhianati hasil.

Kerja keras Nila bersama rekannya di Dinas Perikanan kota Palembang memberikan hasil yang memuaskan dan diapresiasi berbagai pihak termasuk Gubernur Sumsel, Herman Deru.

Hal ini dapat dilihat dari sudah banyaknya pengusaha ikan dan produk olahan ikan yang menjadi binaannya.

"Saya diusir pernah. Ditolak sewaktu ingin melakukan juga sering. Tapi inilah jalannya kalau ingin mengajak masyarakat kita, terutama pelaku usaha ikan, bisa sukses," jelas Nila.

Penulis: Jati Purwanti
Editor: RM. Resha A.U
Sumber: Sriwijaya Post
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved