Breaking News:

Kartini Milenial Award 2021

CERITA Anak Penjual Ikan di Simpang Sungki yang Jadi Penyuluh Perikanan, Dulu Lapak Ayahnya Digusur

Profesi sebagai penyuluh perikanan digelutinya sejak tahun 2018 saat lolos dalam seleksi penerimaan Calon Pegawai Negeri Sipil (PNS).

Sripoku.com/Jati Purwanti
Karnilawati 

Laporan wartawan Sripoku.com, Jati Purwanti

SRIPOKU.COM, PALEMBANG - Perempuan kelahiran Palembang, 19 Desember 1982, ini begitu bersemangat saat menerangkan tentang aktivitasnya sebagai penyuluh perikanan di penjurian Kartini Milenial Award (KMA) 2021 di Graha Tribun, Selasa (6/4/2021). Karnilawati namanya.

Nila, begitu dia akrab disapa, mengaku bangga menjadi penyuluh pertanian bagi nelayan ikan di Palembang.

Baginya membagikan ilmu dan mendampingi nelayan hingga pedagang ikan segar dan giling merupakan kegiatan yang menyenangkan.

Profesi sebagai penyuluh perikanan digelutinya sejak tahun 2018 saat lolos dalam seleksi penerimaan Calon Pegawai Negeri Sipil (PNS).

"Saya anak penjual ikan di daerah Simpang Sungki (Kertapati Palembang). Cita-cita saya ikan tidak sekadar amis, becek dan kotor tapi bisa bernilai jual tinggi dan digemari," ujarnya.

Mantan dosen ini pun tak main-main dengan impiannya menjadikan nelayan hingga pedagang ikan menjadi lebih berdaya dengan sebelumnya menempuh S1 Budidaya Perairan di Universitas Sriwijaya.

"Dulu sewaktu saya skripsi dan adik saya juga kuliah lapak jualan ikan ayah digusur. Dari sana tekat saya makin menggebu-gebu agar ikan bisa naik kelas, pelaku usaha ikan juga bisa lebih sejahtera," kata Nila.

Selama menjalankan tugasnya sebagai penyuluh perikanan, Nila kerap menerima penolakan saat melakukan program penyuluhan.

Namun, benar kata pepatah, usaha tidak mengkhianati hasil.

Kerja keras Nila bersama rekannya di Dinas Perikanan kota Palembang memberikan hasil yang memuaskan dan diapresiasi berbagai pihak termasuk Gubernur Sumsel, Herman Deru.

Hal ini dapat dilihat dari sudah banyaknya pengusaha ikan dan produk olahan ikan yang menjadi binaannya.

"Saya diusir pernah. Ditolak sewaktu ingin melakukan juga sering. Tapi inilah jalannya kalau ingin mengajak masyarakat kita, terutama pelaku usaha ikan, bisa sukses," jelas Nila.

Penulis: Jati Purwanti
Editor: Welly Hadinata
Sumber: Sriwijaya Post
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved