Breaking News:

Ziarah Cheng Beng di Palembang Sepi, Keluarga Minta Maaf kepada Leluhur karena Masa Pandemi

Bahkan sebagian lainnya juga melakukan sembahyang dari rumah saja, karena adanya imbauan dari Panitia Cheng Beng untuk menjalankan protokol Kesehatan

Sripoku.com/Maya Citra Rosa
Suasana di TPU Talang Kerikil Palembang, Senin (5/4/2021). 

Laporan wartawan Sripoku.com, Maya Citra Rosa

SRIPOKU.COM, PALEMBANG - Puncak ziarah atau Cheng Beng warga Tionghoa pada 4-5 April 2021 ini tidak seramai tahun biasanya, akibat pandemi Covid-19 yang masih terjadi di Indonesia khususnya Kota Palembang.

Salah satu kawasan pemakaman China di TPU Talang Kerikil masih nampak sepi dari para peziarah warga keturunan Tionghoa.

Padahal biasanya kawasan ini akan terjadi kemacetan parah jika Cheng Beng mulai berlangsung.

Meskipun demikian sebagian warga Tionghoa sudah melakukan ziarah sejak 10 hari sebelum puncak Cheng Beng.

Bahkan sebagian lainnya juga melakukan sembahyang dari rumah saja, karena adanya imbauan dari Panitia Cheng Beng untuk menjalankan protokol Kesehatan.

Hal ini juga terlihat dari sejumlah makam yang sudah bersih dan ditaburi dengan kertas dan dupa, menandakan bahwa kegiatan ziarah sudah dilakukan.

"Kami cukup melakukan sembahyang dari rumah saja, yang penting makam leluhur sudah dibersihkan," ujar Cristine, salah satu warga Tionghoa yang dihubungi via WhatsApp, Senin (5/4/2021).

Wakil Ketua Majelis Rohaniwan Tridharma Sumatera Selatan, Tjik Harun mengatakan tanggal 4 April adalah puncak Cheng Beng, namun para warga Tionghoa boleh berziarah pada H-10 dan H+10 dari puncaknya.

Hal tersebut karena memang keturunan Tionghoa yang berziarah ke makam leluhurnya tidak mesti datang ketika puncak Cheng Beng saja.

Halaman
12
Penulis: maya citra rosa
Editor: Welly Hadinata
Sumber: Sriwijaya Post
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved