Sudah Saatnya Meregulasi Digitalisasi Bisnis

Efek besar yang diakibatkan pandemi virus covid–19 memang begitu luar biasa.

Editor: Salman Rasyidin
Sudah Saatnya Meregulasi Digitalisasi Bisnis
ist
M. Syahri Ramadhan Simangunsong, S.H.,M.H

Lembaga keuangan maupun dunia perbankan sudah menyadari jika digitalisasi me­rupakan pangsa pasar yang baru dan harus direbut demi meningkatkan sektor keuangan.

Sekedar informasi menurut data yang dikeluarkan oleh CoinMarketCap per Tanggal 26 Maret 2021, jumlah jenis mata uang digital terdapat 4.476 jenis mata uang digital.

Untuk per­ban­dingan, pada tahun 2018, terdapat 1.568 mata uang kripto (Endra Saputra, 2018:492).

Peningkatan jenis mata uang yang sangat signifikan ini, memang menandakan persaingan bisnis khususnya di sektor keuangan tidak hanya terjadi di dunia nyata tetapi juga di dunia maya.

Adapun salah satu mata uang kripto yang mengkapitalisasi pangsa pasar mata uanng saat ini ialah bitcoin.

Berdasarkan data yang dikeluarkan oleh situs Bticoin.co.id per 29 Maret 2020, dalam hitungan kurs rupiah, 1 bitcoin jika dikalkulasi secara konservatif berjumlah 840 ju­ta rupiah.

Padahal, pada tahun 2010, 1 bitcoin hanya bernilai 14.000 rupiah saja.

Dalam ku­run waktu 11 tahun saja, salah satu produk mata uang digital ini dapat melompat jauh nilai har­ganya secara signifikan.

Eksistensi terhadap segala produk cryptocurrency pada mulanya tidak disambut dengan baik o­leh pemerintah Indonesia.

Tepatnya melalui surat edaran yang diterbitkan oleh Bank In­do­nesia pada 16 Februari 2014 yang menyatakan bahwa bitcoin dan virtual currency lain­nya bukan merupakan mata uang atau alat pembayaran yang sah di Indonesia.

Ketidaksudian pe­merintah terhadap kedatangan mata uang digital ini dikarenakan ada bebe­rapa kasus yang me­manfaatkan mata uang digital sebagai modus untuk melakukan tindak kejahatan seperti tindak pidana pencucian uang dan mendanai kegiatan terorisme.

Resiko inilah yang membuat pi­hak Bank Indonesia tidak mau terburu–buru mengakui keberadaan bitcoin maupun mata uang digital lainnya.

Namun, seiring meningkatnya kepercayaan para pebisnis global terhadap produk mata uang digital terutama bitcoin tersebut.

Maka, pemerintah mulai membuka mata dan meregulasi keberadaan aset kripto ini.

Halaman
1234
Sumber: Sriwijaya Post
  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    berita POPULER

    © 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved