Breaking News:

Sembilan Kabupaten di Sumsel Prioritas Program Food Estate, Ditargetkan Bisa Produksi 8 Ton Beras

pemerintah kabupaten Banyuasin telah menyediakan kebutuhan untuk program food estate sembari menunggu arahan dari pemerintah pusat.

sripoku.com/Reigan
Petani padi di Desa Tempirai Kecamatan Penukal Utara saat melakukan panen raya pada program Opla. 

Laporan wartawan Sripoku.com, Jati Purwanti

SRIPOKU.COM, PALEMBANG - Sembilan kabupaten di Sumsel prioritas pelaksanaan program food estate.

Wakil Bupati Banyuasin, Slamet Somosentono, menyebutkan pemerintah kabupaten Banyuasin telah menyediakan kebutuhan untuk program food estate sembari menunggu arahan dari pemerintah pusat.

Di Banyuasin lahan pertanian untuk food estate sebagian besar merupakan lahan pertanian perairan di kawasan Jalur.

Dokter Gadungan yang Praktiknya Berakibat Payudara Wanita Bolong Diringkus Polisi di Tangerang

"Kita sedang menunggu kapan dieksekusi, kapan dimulai.

Ada 50 ribu hektar di Jalur. Ada sebagian lahan yang sudah ada, ada lahan yang baru," ujarnya diwawancarai di Griya Agung usai menerima penghargaan dari Bank Indonesia, Senin (5/4/2021).

Slamet menjelaskan, tidak semua lahan dapat menjadi lahan untuk program lumbung pangan baru ini karena ada aturan tanah yang tidak boleh dijadikan lahan pertanian.

Misalnya saja lahan yang termasuk kawasan hutan lindung.

Menurut Slamet, harus ada peningkatan produksi beras dari program serupa yang telah mulai dilakukan di Kalimantan dan Sumatra.

Saat ini produksi beras di Banyuasin mencapai empat ton per tahun. Setelah program berjalan produksi bisa melampui 6-8 ton.

Sejumlah Tokoh NU Sumsel Dukung Muhaimin Iskandar Maju ke Piplres 2024, Gus Ami tak Diragukan Lagi

Halaman
123
Penulis: Jati Purwanti
Editor: Refly Permana
Sumber: Sriwijaya Post
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved