Ramadan Bersamaan Musim Pancaroba, Masyarakat Diminta Waspada Perubahan Cuaca Mendadak

Peralihan musim ada potensi hujan secara tiba-tiba, lebat disertai petir dan angin kencang terjadi pada siang hingga malam hari. 

Penulis: Odi Aria Saputra | Editor: Azwir Ahmad
SRIPOKU.COM/TOMMY SAHARA
ilustrasi:Musim pancaroba membuat warga terutama anak-anak, rentan terserang penyakit gangguan pernafasan dan pencernaan. 

SRIPOKU.COM, PALEMBANG - Badan Metereologi Klimatologi dan Geofisika (BMKG) Sumsel memprediksi pada bulan suci Ramadhan tahun ini Provinsi Sumatera Selatan akan diterpa musim pancaroba atau peralihan cuaca dari musim hujan ke musim kemarau. 

Kepala Seksi Data dan Informasi Stasiul Klimatologi Klas I Palembang, Nandang Pangaribowo mengatakan berdasarkan update dinamika atmosfer per dasarian 3 Maret 2021,  prakiraan musim peralihan dari musim hujan ke musim kemarau akan terjadu pada pertengahan bulan April sampai bulan Mei.

Sehingga saat bulan Ramadhan nanti diperkirakan Bumi Sriwijaya akan memasuki musim pancaroba

"Bulan puasa nanti akan pada masa peralihan musim. Meski akan memasuki kemarau, tetapi masih akan ada hujan namun dengan intensitas sedang bulanannya," ujarnya, Senin (5/4/2021).

Ia menjelaskan, dalam masa pancaroba masyarakat diminta agar selalu mewaspadai kondisi peralihan musim karena ada potensi hujan secara tiba-tiba, lebat disertai petir dan angin kencang terjadi pada siang hingga malam hari. 

Dengan kondisi cuaca yang diprediksi bakal berubah secara tiba-tiba, masyarakat disarankan menghindari angunan dan benda yang mudah tumbang, hindari gebangan aur, jalan licin dan berteduh di tempat yang aman. 

"Kondisi peralihan musim akan berpotensi hujan lebat secara tiba-tiba disertai petir," tegasnya. 

BMKG juga memprediksi musim kemarau pada tahun ini akan lebih kering dibandingkan musim kemarau tahun lalu. Berdasarkan dinamika Atmosfer dan update Hari Tanpa Hujan (HTH) terakhir, musim kemarau lebih tahun 2021 sedikit lebih kering. Namun demikian, potensi hujan di Sumsel masih cukup normal setiap bulannya. 

Berdasarkan update prakiraan dasarian, prakiraan cuaca harian enam bulan ke depan dan prakiraan dinamika atmosfer wilayah Indonesia, untuk wilayah Sumsel pada musim kemarau tahun ini diperkirakan akan kembali normal. 

"Potensi hujan masih tetap normal setiap bulan, namun harus tetap waspada. Karena masih ada potensi terjadinya kekeringan dan Karhutla di wilayah Sumsel yang rawan terbakar," kata Nandang.  (Oca) 
 

Sumber: Sriwijaya Post
  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved