Breaking News:

AHY Sarankan Kubu Moledoko Dirikan Partai Baru, Contoh SBY atau Prabowo: Jangan Mau Enaknya Aja

AHY menyatakan khusus untuk para pembelot tersebut, ia dan Partai Demokrat telah memaafkan tapi tidak akan melupakan apa yang telah dilakukan.

Kompas.com
Ketua Umum Partai Demokrat Agus Harimurti Yudhoyono di Umbul Sidomukti Kabupaten Semarang, Minggu (4/4/2021), Sebut Moeldoko harus mencontah SBY atau Prabowo yang dirikan Parpol setelah pensiun. 

SRIPOKU.COM, PALEMBANG-Pasca keputusan pemerintah yang tidak mengesahkan Partai Demokrat versi KLB yang digelar Moeldoko dkk, Agus Harimurti Yudhoyono (AHY) atau AHY Ketum Partai Demokrat sudah memberikan maaf, tetapi tetap tidak akan melupakan sikap para kader dan pihak-pihak yang dia tuding mau enaknya saja, mengambil atau merebut partai Demokrat yang sudah 20 tahun berdiri itu.

Sebab menurut AHY, Moeldoko sebagai seorang Jenderal harus bisa memberikan contah dan juga mencontoh para Jenderal lainnya yang setelah pensiun mendirikan Partai.

Sebab, menurut AHY hal itu akan lebih baik dan lebih elegan.

Sebab mendirikan Partai memang butuh pengorbanan, materi, tenaga dan waktu bahkan berdarah-darah.

""Yang dilakukan oleh kubu Moeldoko dengan mengadakan KLB ilegal itu kan mau enaknya aja, sehingga tidak bisa diterima akal sehat," papar AHY.

Menurut AHY, Moeldoko harus mencontah para jenderal terdahulu yang mendirikan partai, termasuk SBY yang mendiri Partai Demokrat, sementara itu para jenderal yang kini masih aktif di dunia politik pun seperti Prabowo Subianto yang mendirikan Partai Gerindra dan kini menjabat sebagai Menhan.

Atau R Hartono mendirikan PKPB, Edy Sudrajat dengan PKPI, Wiranto membangun Hanura, cara seperti itu sangat baik dan bermartabat.

Ia mencontohkan SBY misalnya, membangun Partai Demokrat dan berjuang dari nol serta berdarah-darah selama 20 tahun ini.

"Dan, tentu saja SBY yang membangun Partai Demokrat dengan berdarah-darah, masak membangun partai selama 20 tahun akan dibegal dengan KLB ilegal," jelasnya di Umbul Sidomukti, Kabupaten Semarang, Minggu (4/4/2021).

Maka dia mengatakan, tidak mudah merawat Partai Demokrat sehingga bisa besar seperti sekarang ini.

Halaman
123
Editor: Hendra Kusuma
Sumber: Sriwijaya Post
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved