Breaking News:

Produksi Beras Berjaya Tak Jamin Petani  Sejahtera

Wacana impor satu juta ton beras menjadi buah bibir dimana-mana saat ini. Wacana tersebut di­ang­gap sebagai pemicu anjloknya harga gabah dan beras.

Editor: Salman Rasyidin
Produksi Beras Berjaya Tak Jamin Petani  Sejahtera
ist
Rillando Maranansha Noor, SE

Gejolak harga ini membuat petani berhitung u­lang mana langkah terbaik yang harus mereka ambil. Menjual gabah seperti biasanya ataukah meng­gilingnya terlebih dahulu dan menjualnya dalam bentuk beras.

Meski harga beras pun tak ber­sahabat, yang biasanya petani menjual ke pabrik seharga 8000-8500 rupiah per kilogram, kini menyusut di kisaran 7200 hingga 7800 per kilogram.

Kondisi ini mengikis kebahagiaan petani yang selalu mampu meningkatkan produksinya dari tahun ke tahun.

Menurut Badan Pusat Statistik (BPS) sepanjang tahun 2020 luas panen padi di Sumsel me­nunjukkan angka 551,32 ribu hektar.

Angka ini meningkat dibanding tahun sebelumnya yang hanya seluas 539,32 ribu hektar. Peningkatan tersebut mencapai 12 ribu hektar atau sekitar 2,23 persen.

Petani di Tanjung Harapan Kelurahan Moneng Sepati, Kecamatan Lubuklinggau Selatan II Kota Lubuklinggau saat sedang melakukan pembersihan rumput di sawah miliknya.
ilustrasi --Petani di Tanjung Harapan Kelurahan Moneng Sepati, Kecamatan Lubuklinggau Selatan II Kota Lubuklinggau saat sedang melakukan pembersihan rumput di sawah miliknya. (tribunsumsel.com/eko)

Produksi padi  di 2020 adalah sebesar 2,74 juta ton, angka tersebut lebih tinggi diban­ding­kan tahun 2019 yang hanya sebesar 2,60 juta ton.

Kenaikan tersebut mencapai 139,66 ribu ton atau 5,36 persen.

Sedangkan produksi beras berdasarkan hasil konversi adalah sebesar 1,57 juta ton.

Tahun 2019, produksi beras (hasil konversi) hanya mencapai 1,49 juta ton.

Angka ter­sebut menunjukkan kenaikan sebesar 79,79 ribu ton atau 5,36 persen.

Halaman
1234
Sumber: Sriwijaya Post
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved