Produksi Beras Berjaya Tak Jamin Petani  Sejahtera

Wacana impor satu juta ton beras menjadi buah bibir dimana-mana saat ini. Wacana tersebut di­ang­gap sebagai pemicu anjloknya harga gabah dan beras.

Editor: Salman Rasyidin
Produksi Beras Berjaya Tak Jamin Petani  Sejahtera
ist
Rillando Maranansha Noor, SE

Oleh : Rillando Maranansha Noor, SE

Statistisi Ahli Pertama BPS OKU Timur

Wacana impor satu juta ton beras menjadi buah bibir dimana-mana saat ini.

Wacana tersebut di­ang­gap sebagai pemicu anjloknya harga gabah dan beras.

Meski curah hujan tinggi yang mem­pe­nga­ruhi kadar air mengakibatkan penurunan kualitas ga­bah serta kehadiran para spekulan yang me­manfaatkan kesempatan ikut berperan dalam gonjang-ganjing harga gabah ini.

Wacana yang di­­­gulirkan tersebut bagai sengatan petir bagi petani menjelang panen raya ini.

Panen raya yang bi­asa menjadi momentum petani untuk menambah pundi-pundi tabungannya seakan sirna seiring tren penurunan harga gabah di tingkat petani.

Saat penulis melaksanakan tugasnya mengawasi survei ubinan, petani yang menjadi responden men­curahkan isi hatinya terkait harga gabah yang “nyungsep” hingga di angka 3100 rupiah per ki­logram untuk gabah yang dipanen menggunakan tenaga manusia.

Sementara untuk yang menggunakan me­sin panen atau combine harvester, harganya pun maksi­mal hanya di angka 3700 rupiah per ki­lo­gram.

Angka ini jauh dibawah Harga Pembelian Petani (HPP) yang ditetapkan pemerintah, yang mencapai angka 4200 rupiah per kilogram.

Gejolak harga ini membuat petani berhitung u­lang mana langkah terbaik yang harus mereka ambil. Menjual gabah seperti biasanya ataukah meng­gilingnya terlebih dahulu dan menjualnya dalam bentuk beras.

Meski harga beras pun tak ber­sahabat, yang biasanya petani menjual ke pabrik seharga 8000-8500 rupiah per kilogram, kini menyusut di kisaran 7200 hingga 7800 per kilogram.

Kondisi ini mengikis kebahagiaan petani yang selalu mampu meningkatkan produksinya dari tahun ke tahun.

Menurut Badan Pusat Statistik (BPS) sepanjang tahun 2020 luas panen padi di Sumsel me­nunjukkan angka 551,32 ribu hektar.

Halaman
1234
Sumber: Sriwijaya Post
  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    berita POPULER

    © 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved