Breaking News:

Gubernur Papua Dideportasi

BIKIN MALU, Gubernur Dideportasi, Masuk Tanpa Izin Gunakan Ojek: Disinyalir Hendak Kabur

Sosok Gubernur Papua Lukas Enembe menjadi pembicaraan publik setelah dideportasi imigrasi Papua Nugini (PNG), Jumat, 2 April 2021.

Tribun-papua.com/Musa Abubar
Gubernur Papua Lukas Enembe saat memeriksa kesehatan di Pos Lintas Batas Negara (PLBN) Skouw, Jayapura, Jumat (2/4/2021). 

SRIPOKU.COM, PAPUA--Sosok Gubernur Papua Lukas Enembe menjadi pembicaraan publik setelah dideportasi imigrasi Papua Nugini (PNG), Jumat, 2 April 2021.

Ternyata orang nomor satu di Pemprov Papua ini masuk ke Papua Nugini (PNG) tanpa menggunakan dokumen resmi dan melalui jalur tikus.

Enembe dideportasi dari imigrasi Papua Nugini (PNG) setelah sempat dua hari bermalam di sana.

"Pemerintah PNG mendeportasi Pak Lukas Enembe karena masuk ke sana tanpa dokumen imigrasi. Ini suatu bentuk tindakan imigrasi dari PNG," kata Kadiv Keimigrasian Kanwil Hukum dan HAM Provinsi Papua, Novianto Sulastono di Pos Skouw, Distrik Muara Tami, Kota Jayapura kepada awak media, Jumat, 2 Maret 2021 siang.

Didampingi Plh Kepala Kantor Imigrasi Jayapura, Agus Makabori, Novianto mengatakan Lukas Enembe diduga telah melanggar aturan imigrasi sebagaimana tercantum dalam UU Nomor 6 tahun 2011.

"Tentunya Konsulat RI-PNG memfasilitasi untuk membuat dokumen surat perjalanan laksana pasport (SPLP). Persoalan ini akan kami dalami dan berdasarkan pengakuan beliau ke PNG untuk periksa kesehatan," katanya.

Sehari sebelumnya, beredar informasi di dunia maya bahwa Gubernur Papua Lukas Enembe berada di Vanimo, PNG dengan sejumlah orang dekatnya.

Berdasarkan informasi yang dihimpun, Gubernur Lukas Enembe ke Vanimo melewati jalan tikus atau tidak resmi dengan menumpangi ojek.

Gubernur Papua Lukas Enembe diduga melintas ke Papua Nugini melalui jalur tikus tanpa kelengkapan dokumen keimigrasian, Rabu (31/3/2021).

Berdasarkan keterangan dari personel Pos Perbatasan Skouw maupun Konsulat RI di Vanimo, Provinsi Sandaun, Papua Nugini, dalam rilis yang diterima Tribun-papua.com, Kamis (1/4/2021), Jalur tikus yang dimaksud adalah jalan non-resmi yang selama ini sering digunakan oleh para penyeberang ilegal dari dan ke PNG.

Halaman
123
Editor: Wiedarto
Sumber: Tribun Medan
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved