Ada Pandemi Covid-19 Angka Penderita Hepatitis di Lahat Berkurang
Sempat meroket di tahun 2019, jumlah penderita hepatitis di Kabupaten Lahat menurun drastis di tahun 2020.
Penulis: Ehdi Amin | Editor: Refly Permana
Laporan wartawan Sripoku.com, Ehdi Amin
SRIPOKU.COM, LAHAT - Sempat meroket di tahun 2019, jumlah penderita hepatitis di Kabupaten Lahat menurun drastis di tahun 2020.
Sebab menurunnya penderita hepatitis di Lahat salah satunya karena dampak pandemi Covid-19.
Hal itu seperti diterangkan Kepala Dinas Kesehatan Kabupaten Lahat, Taufiq M Putra SKM MKes, melalui Kasi Pencegahan Dan Pengendalian Penyakit Menular (P2PM), Denny Julianto.
• SIANG Hari, Terasa Ada yang Menindih, Wanita Ini Bangun, Wajah Tetangga di Pelukan: Langsung Teriak
Data penderita hepatitis di Lahat, yakni 2016 sebanyak 27 kasus, 2017 sebanyak 25 kasus, 2018 sebanyak 9 kasus, 2019 sebanyak 84 kasus, dan 2020 turun menjadi 4 kasus.
“Terjadi penurunan kasus selama masa pandemi Covid-19 karena akses kunjungan ke pelayanan kesehatan berkurang,”ujar Joko, Rabu (31/3/2021).
Kurangnya kunjugan membuat diaktifkannya pelayanan kesehatan terbawah, seperti polindes maupun puskesdes, untuk pencarian dan pendeteksian kasus.
Di tahun 2016-2018 terjadi kasus Hepatitis B dan C, sedangkan 2019 terjadi kasus Hepatis A, bahkan 2019 tercatat paling banyak kasus penyakit yang disebabkan oleh infeksi virus tersebut.
• Peringatan Dini Cuaca Ekstrem BMKG Besok, Kamis 1 April 2021: Waspada 22 Daerah Ini Hujan Lebat
“Untuk penyebaran kasus hepatitis di Lahat, merata di setiap kecamatan yang ada di Kabupaten Lahat.
Kalau tahun 2019 itu kasus paling banyak terjadi di Kecamatan Kota Lahat," kata Denny.
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/palembang/foto/bank/originals/hepatitis-b1a_20180413_224005.jpg)