Ridho Yahya: Sudah 100 Persen Sebagai ASN, Jangan Merengek Minta Pindah
Menjadi pegawai jangan mudah merengek ketika ditempatkan di suatu tempat tidak enak, harus terima sebagai pengalaman
SRIPOKU.COM, PRABUMULIH - Walikota Prabumulih H Ridho Yahya menegaskan para CPNS yang sudah dinyatakan 100 persen menjadi Aparatur Sipil Negara (ASN) menjadi tanggung jawab dan hak pemerintah daerah dalam penempatan tugas di Kota Prabumulih.
"Setelah 100 persen jadi pegawai maka PNS menjadi hak kami untuk ditempatkan di mana saja di kota Prabumulih, mau di kecamatan mana atau di instansi mana," tegas Ridho ketika memberikan SK PNS formasi 2018 di aula lantai 1 Pemkot Prabumulih, Selasa (30/3/2021).
Ridho menuturkan, menjadi pegawai jangan mudah merengek ketika ditempatkan di suatu tempat tidak enak namun harus menerima dan melaksanakan karena itu akan memberikan pengalaman serta pengetahuan.
"Saya dulu jadi PNS ditempatkan di Muara Bungo Jambi, saat itu gaji hanya 85 ribu dan terpencil sepi. Namun karena saya menjalani dengan ikhlas maka ada hikmah dibalik itu, pegawai itu harus menerima ditempatkan dimana saja karena makin banyak pindah maka makin banyak pengalaman," tuturnya.
Lebih lanjut suami Ir Hj Suryanti Ngesti Rahayu itu mengatakan menjadi PNS jangan mau makan sumpah dan membuat berdosa seumur hidup.
"Kita disumpah siap ditempatkan dimana saja, siap menjalankan tugas, disiplin jam kerja dan lainnya, harus ingat sumpah itu. Makanya kemarin saya minta keras baca, apa yang tidak baca kemarin mentang pakai masker, tanggung sendiri dosanya," katanya seraya meminta PNS jangan sombong dan harua bersyukur karena banyak yang mau jadi PNS.
Jangan lupa subscribe, like dan share channel Youtube Sriwijayapost di bawah ini:
Rido juga pada kesempatan itu terus-terus mengingatkan PNS baru agar tidak ikut berpolitik meskipun banyak diiming-imingi jabatan karena jabatan tinggi tidak terhormat jika itu hasil berpolitik.
"Meski menjabat tinggi kalau berpolitik itu tidak benar, biarlah kita kena copot tapi tidak berpolitik karena itu akan lebih hebat. Saya berapa kali mencalonkan diri tidak pernah melibatkan PNS karena saya tau pegawai itu tidak boleh berpolitik, saya harap dan minta pegawai jangan berpolitik," tegasnya seraya menuturkan PNS harus nurut dan loyal dengan atasan saya yakni masyarakat kota Prabumulih.
Orang nomor satu di kota Prabumulih itu mengharapkan meminta PNS agar dalam melayani masyarakat memilih-milih tapi semua dilayani bahkan jika perlu pelayanan diberikan hingga ke rumah. "Misal buat KTP antarkan sampai ke rumah warga, berikan pelayanan terbaik, masyarakat itu pimpinan saya dan tidak jadi saya walikota kalau tidak karena masyarakat," tuturnya.
Ridho juga meminta agar PNS yang masih tinggal di luar Prabumulih agar pindah ke Prabumulih dengan mengajak keluarga dan jangan kasak kusuk minta pindah.
"Jika di aturan 10 tahun tak boleh pindah kita tambah dua tahun jadi 12 tahun tak boleh pindah dari Prabumulih. Prabumulih ini meski kecil tapi kota, berhentilah tinggal di kabupaten tinggallah di Prabumulih kota yang selalu viral dan ramai, jangan nanti kasat kusut mau pindah," bebernya seraya mengatakan jaga perbuatan dan perkataan serta jangan kacang lupa di kulit dan harus selalu layani masyarakat dengan terbaik.
Sementara itu Kepala Badan Kepegawaian dan Pengembangan Sumber Daya Manusia (BKPSDM) Pemkot Prabumulih, Beny Rizal SH MH melalui Kabid Pengsnbangan ASN, Yandi Irawan mengungkapkan pihaknya memberikan SK PNS formasi 2018 ke sebanyak 170 orang.
"SK PNS Formasi 2018 ini baru dilakukan karena baru pada 2020 melakukan laskar atau prajabatan," katanya.
Yandi menuturkan, pemberian SK PNS baru dilakukan karena terhambat akibat pandemi virus corona yang melanda di kota Prabumulih. "Mereka terlambat prajab karena pandemi corona yang melanda," tambahnya. (eds)
Jangan lupa juga subscribe, like dan share channel Instagram Sriwijayapost di bawah ini:
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/palembang/foto/bank/originals/1merengek.jpg)