Breaking News:

Berita Ogan Ilir

JUANDA Keberatan Ganti Untung Lahan Underpass Tol Indralaya-Prabumulih, Ajukan Kasasi ke MA

Pemilik rumah bernama Juanda tetap menempati rumah tersebut karena merasa ganti untung yang ditawarkan kepadanya tak sesuai.

Tribunsumsel/Agung
Rumah Juanda di area lahan bebas untuk underpass jalan tol Indraprabu di Kelurahan Indralaya Mulya, Kecamatan Indralaya, Ogan Ilir. 

SRIPOKU.COM, INDRALAYA - Pembangunan underpass untuk trase jalan tol Indralaya-Prabumulih (Indraprabu) saat ini terhalang oleh sebuah rumah di Kelurahan Indralaya Mulya, Kecamatan Indralaya, Ogan Ilir.

Rumah yang berjarak sekitar 20 meter dari jalan raya tersebut hingga kini belum digusur.

Sementara bangunan-bangunan lainnya di lahan bebas untuk underpass, sebagian besar sudah digusur dan ada juga yang sedang dalam proses penggusuran.

Pemilik rumah bernama Juanda tetap menempati rumah tersebut karena merasa ganti untung yang ditawarkan kepadanya tak sesuai.

"Saya bukannya tidak mau digusur, tapi coba dipertimbangkan. Kalau (nilai ganti untung) sesuai, tidak masalah," kata Juanda saat ditemui di kediamannya, Selasa (30/3/2021).

Pria 58 tahun ini mengaku sudah 8 tahun menempati rumah dengan luas panjang 22 meter dan lebar 13 meter itu.

"Rumah ini dibangun tahun 1997. Tapi saya beli 8 tahun lalu," ungkap Juanda.

Saat pembebasan lahan untuk tol Indraprabu dimulai sejak Januari lalu, Juanda mengaku tak ingin pindah dari rumah tersebut meski telah berkomunikasi dengan pihak Badan Pertanahan Nasional (BPN).

Juanda mengungkapkan, nilai bangunan rumah beserta lahan miliknya mencapai Rp 2,5 miliar.

"Rumah saya ini Rp 940 juta. Sisanya (Rp 1,5 miliar lebih) harga tanah. Tapi kan dari BPN ganti untungnya tidak sampai segitu," ujar Juanda.

Halaman
123
Editor: Welly Hadinata
Sumber: Sriwijaya Post
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved