Berita Palembang
Ada Marzuki Alie dan Syofwatilah, Demokrat Sumsel Pecat 13 Kader yang Ikut KLB Demokrat
Sekretaris DPD Partai Demokrat Sumsel, MF Ridho, mengungkapkan ada 13 nama kader Partai Demokrat dan mantan kader PD
SRIPOKU.COM, PALEMBANG - DPD Demokrat Sumsel, memecat sebanyak 13 kader yang ikut kongres luar biasa (KLB) Demokrat di Sibolangit Sumatera Utara (Sumut) beberapa waktu lalu.
Dari 13 nama itu ada pula dua kader senior Demokrat asal Sumsel yang menjadi motor terselenggaranya KLB Demokrat.
Dua kader yang dimaksud yakni Marzuki Alie dan Syofwatilah.
Sekretaris DPD Partai Demokrat Sumsel, MF Ridho, mengungkapkan ada 13 nama kader Partai Demokrat dan mantan kader PD, ikut hadir ke acara KLB ilegal yang dilaksanakan pada 5 Maret 2021 lalu.
Menurutnya, dari berbagai bukti dokumentasi yang diperoleh pihaknya 13 kader tersebut ikut dalam KLB ilegal itu.
“Berbagai bukti dan dokumentasi yang kita diperoleh, tampak para 'begal politik' asal Sumsel diduga hadir pada KLB abal-abal di Deli Serdang lalu,” kata MF Ridho, Senin (29/3/ 2021).
13 kader yang dipecat adalah, Geo Ferlando yang merupakan Ketua DPC Kota Pagaralam (Caleg gagal 2019), Addinul Ikhsan, Ketua DPC Ogan Ilir (Caleg gagal 2019). Lali, Hairul Ilyasa Ketua DPC Musi Banyuasin (Caleg gagal 2019).
Kemudian, AA Hari Afriansah, Sekretaris DPC Banyuasin (Caleg gagal 2019), Gumari yang merupakan mantan Ketua DPC OKU Timur (Caleg gagal 2019). Sahrulludin Ketua Bakomstra DPC OKU Timur, Pahlevi kader PD OKU, Sari Rafita Utari anggota BPOKKC DPC PALI, Abu Herrry mantan Ketua DPC Musirawas (Caleg gagal 2019), Ismun Yahya mantan Plt Ketua DPC Musirawas (Caleg gagal 2019).
Terdapat juga, Tabrani Yauzi mantan Pengurus PD Muratara, Ridwan Ketua PAC Kecamatan Ilir Timur II Palembang, dan Abdul Rizal Wakil Ketua Bendahara DPC PALI.
MF Ridho yang juga Anggota DPRD Sumsel ini mengatakan, mereka para ‘begal’ tersebut telah dilaporkan ke DPP PD di Jakarta, dan telah diambil sanksi tegas berupa pemecatan baik dari jabatan maupun sebagai kader partai.
“Mereka pernah diberi kesempatan berkiprah, besar, dan menikmati jabatan melalui Partai Demokrat karena jasa Pak SBY, namun ketika mereka gagal nyaleg, mereka berduyun-duyun ikut dalam gerombolan 'begal politik' yang merampok, menghina dan memfitnah SBY serta Ketum AHY,” ucap Ridho sembari menegaskan bahwa mereka adalah contoh buruk bagi generasi muda Sumsel dalam berdemokrasi.
Ridho sangat menyesalkan perilaku mereka - para ‘begal politik’ yang telah menodai citra politisi dan partai politik di mata masyarakat.
Padahal, lanjutnya, masih banyak sekali politisi dan partai politik yang berjuang dengan cara yang benar, mengedapankan etika dan berjuang sungguh-sungguh demi kepentingan dan aspirasi masyarakat.
“Mari selamatkan demokrasi, cegah perbuatan melawan hukum yang merusak demokrasi kita dari para 'begal politik' di daerah kita ini. Jangan salahkan bila publik menghukum mereka dengan sanksi sosial,” pungkasnya.
• Jangan Sampai Ada Pembusukan, Demokrat Musirawas Solid Berada di Barisan AHY
• Lupa Beritahu Istri Moeldoko Mengaku Khilaf Terima Tawaran Ketum Demokrat, AHY: Bukan Sikap Kesatria
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/palembang/foto/bank/originals/11tuntut.jpg)