Breaking News:

Dulu Diboikot di Thailand, Kini Produk Olahan Asal Sumsel Ini Berpotensi Besar Untuk Diekspor

Ekspor kelapa dalam bentuk olahan antara lain santan, ampas kering, arang, air kelapa, sabut kelapa.

Editor: RM. Resha A.U
TRIBUNSUMSEL.COM/Arif
Kepala Badan Karantina Pertanian, Ali Jamil dan Kepala Karantina Pertanian Palembang, Hafni Zahara di acara Business Gathering bersama seluruh eksportir kelapa kota Palembang di Hotel Aryaduta 

SRIPOKU.COM, PALEMBANG -- Peluang ekspor produk olahan kelapa asal Propinsi Sumatera Selatan (Sumsel) ke depannya, dinilai memiliki prospek yang besar.

Mengingat permintaan pasar dunia terhadap komoditas tersebut semakin meningkat. 

Kementerian Pertanian melalui Badan Karantina Pertanian Palembang, telah melakukan sertifikasi ekspor terhadap kelapa bulat asal Propinsi Sumsel sejak tahun 2004 dengan tujuan negara Tiongkok, Thailand, Vietnam dan Malaysia. 

Baca juga: Tak Terlalu Diperhatikan di Lahat, Tanaman Ini Justru Hasilkan Cuan Saat Diekspor ke Mancanegara

Baca juga: Ini Semua, Bukan Mulut Seorang Menteri, Edhy Prabowo Bicara Soal Keran Ekspor Benur

Provinsi Sumsel merupakan wilayah dengan produksi kelapa tertinggi di Indonesia, dengan kualitas buah kelapa yang sangat diminati negara - negara mitra dagang.

Kepala Badan Karantina Pertanian Palembang, Hafni Zahara mengatakan, eksportasi kelapa bulat dari Sumsel terus mengalami peningkatan sampai puncaknya di tahun 2019. 

"Pada akhir tahun 2019 lalu terjadi penolakan besar – besaran dari negara Thailand, atas eksportasi kelapa dari Sumsel terkait permasalahan tunas," kata Hafni saat hadir dalam acara Business Gathering bersama seluruh eksportir kelapa kota Palembang di Hotel Aryaduta.

Selanjutnya, ekspor kelapa tujuan Thailand terhenti karena sulitnya memenuhi persyaratan negara Thailand yang mempersyaratkan kelapa yang diekspor tidak memiliki tunas.

Baca juga: KPK Sita Uang Rp52,3 Milyar Kasus Ekspor Benih Lobster, Digeret Pakai Troli

Baca juga: Susi Pudjiastuti Menangis, Tiap Malam Benih Lobster Ditangkap Lalu Diekspor ke Vietnam

“Alhamdulillah ekspor kelapa dari Sumsel kembali menggeliat, mengingat akhir tahun 2019 lalu sempat terjadi penolakan dari negara Thailand untuk ekspor kelapa asal Sumsel terkait permasalahan tunas, sehingga ekspor ke Thailand sempat terhenti karena sulitnya memenuhi persyaratan negara tersebut yang tidak membolehkan kelapa bertunas diekspor ke Thailand,” ucapnya.

Hafni menyebutkan berdasarkan sistem data perkarantinaan IQFAST di wilayah kerjanya tercatat pada tahun 2019, Karantina Pertanian Palembang telah lakukan sertifikasi ekspor kelapa sebanyak 291,9 ribu ton atau senilai Rp 211,1 miliar dengan frekuensi pengiriman 1.015 kali. 

Sedangkan pada 2020 telah dilakukan sertifikasi ekspor kelapa sebanyak 103,6 ribu ton buah kelapa atau setara dengan Rp 1,2 triliun telah disertifikasi tujuan Tiongkok, Thailand, Vietnam, Malaysia sebanyak 825 kali. 

Halaman
12
Sumber: Tribun Sumsel
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved