Tata Cara Ibadah Haji di Masa Pandemi Covid-19, Pemerintah Arab Saudi belum Pastikan Dibuka

Begini tata cara pelaksanaan ibadah haji di tengah Covid-19, meski belum ada kepastian akankah tahun ini dibuka atau tidak.

Penulis: Rahmaliyah | Editor: Refly Permana
sripoku.com/rahmaliyah
Perencana ahli muda Pusat Kesehatan Haji Kemenkes, Melzan Dharmayuli  

Laporan Wartawan Sripoku.com, Rahmaliyah

SRIPOKU.COM, PALEMBANG - Bila nanti Pemerintah Arab Saudi resmi membuka kedatangan jemaah haji, maka ada beberapa hal yang harus diperhatikan jemaah haji asal Indonesia. 

Mengingat kondisi pandemi Covid-19 yang belum selesai, penerapan protokol kesehatan akan tetap dijalankan. 

Begini tata cara pelaksanaan ibadah haji di tengah Covid-19.

Perencana ahli muda Pusat Kesehatan Haji Kemenkes, Melzan Dharmayuli, mengatakan para jemaah haji akan mendapatkan karantina dan melakukan tes PCR untuk memastikan terpapar Covid-19 atau tidak. 

Pj Bupati PALI Rosidin Hasan Tak Menyangka Bakal Ada PSU Pilkada 2020, Mau Pakai Dana dari Mana

Minimal, calon jemaah haji akan diinapkan di asrama haji sesuai asal Embarkasi selama 72 Jam. Jika kondisi jemaah sehat dalam satu kamar akan dihuni oleh dua orang.

"Sekarang minimal 3 hari atau 72 jam diinapkan dulu. Sebelum masuk, dilakukan rapid antigen negatif.

Selama di asrama tiga hari itu akan di swab jika negatif baru bisa berangkat," ujarnya. 

Lanjut Melzan, bila hasil reaktif/positif maka akan dilakukan isolasi terlebih dahulu selama 14 hari.

Keberangkatannya akan ditunda setelah hasil swab negatif.

"Nanti dialihkan ke kloter berikutnya bila tidak memungkinkan berangkat saat itu," katanya. 

KOrban Jiwa Terbanyak, 10 Penghuni Bedeng Tidur Lelap Saat Api Membakar Tubuh Mereka

Melzan mengatakan, terkait biaya swab dan rapid antigen tidak masuk dalam paket biaya perjalanan haji sehingga dianjurkan untuk calon jemaah melakukan tes mandiri ke fasilitas kesehatan milik pemerintah atau klinik. 

"Ini belum ya, masih terhitung mandiri," ujarnya. 

Ditambahkannya, tantangan terbesar pelayanan haji di masa pandemi ini  adalah menjaga kondisi kesehatan calon jemaah haji.

Karenanya, jemaah haji yang nanti akan berangkat maka akan diimbau untuk tidak melakukan perjalanan keluar kota minimal 14 hari terakhir dan menjaga kesehatan. 

"Dari sekarang walau tidak ada manasik secara fisik dan hanya virtual, kita coba sosialisasikan ini ke jemaah.

Apalagi, masa ibadah haji tidak akan lama seperti tahun-tahun sebelumnya mengingat tidak boleh ramai-ramai," tutupnya.

Sumber: Sriwijaya Post
  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved