DPRD Banyuasin Ikut Soroti Dugaan Pemalsuan Identitas Seorang IRT Menikah di Usia 13 Tahun

Komisi I DPRD Banyuasin ikuti menyoroti perkara seorang ibu rumah tangga di Kabupaten Banyuasin diduga menikah dengan dokumen palsu.

Penulis: Mat Bodok | Editor: Refly Permana
sripoku.com/matbodok
KTP dan ijazah SD yang berbeda dimiliki oleh seorang ibu rumah tangga di Kabupaten Banyuasin. 

Laporan Wartawan Sripoku.com, Mat Bodok

SRIPOKU.COM, BANYUASIN - Komisi I DPRD Banyuasin ikuti menyoroti perkara seorang ibu rumah tangga di Kabupaten Banyuasin diduga menikah ketika usianya masih 13 tahun.

Komisi I DPRD Banyuasin berencana memanggil pihak Dinas Kependudukan dan Catatan Sipil Banyuasin terkait adanya dugaan pemalsuan dokumen pembuatan Kartu Tanda Penduduk (KTP), dimana si IRT tersebut usianya dibikin lebih tua.

Indra Gunawan, seorang anggota DPRD Banyuasin, mengatakan perbuatan ini tidak dibenarkan.

Damri Sempat Ngopi Sebelum Leo Ditemukan Tewas Nyaris Bugil di Kebun Karet, Tinggalkan Dua Balita

Sebab itu, pihaknya dari Komisi I DRPD Banyuasin akan segera melakukan rapat terkait adanya informasi bahwa ada warga membuat KTP dokumen dipalsukan.

"Jelas apabila benar dengan sengaja adanya praktik pemalsuan, maka jelas menyalahi hukum," kata Indra kepada wartawan.

Sebab itu, pihaknya akan memanggil Kepala Dinas Kependudukan dan Catatan Sipil Banyuasin, sesegera mungkin.

Masih kata Indra, pihaknya mau tahu apa dasar mereka mengeluarkan KTP yang seharusnya anak berusia 12 tahun, padahal seharusnya belum bisa membuat KTP. 

Ia menilai ini ada keterlibatan dari oknum pihak pemerintah desa.

Ramalan 12 Zodiak Kesehatan Besok, Jumat 26 Maret: Taurus Sakit Kulit, Virgo ke Dokter Scorpio Leo?

"Kalau memang alasan mau dinikahkan, lalu dengan sengaja dituakan usia. Terjadi proses pembuatan KTP itu, jelas diketahui oleh pihak pemerintah desa," tegas Indra.

Untuk diketahui, terjadinya pemalsuan dokumen pembuatan KTP tersebut dimana saat itu seorang perempuan masih berusia 12 tahun ketika menikah di tahun 2016.

IRT itu menikah setelah sebelumnya diduga dirudapaksa oleh pria yang kini menjadi suaminya.

Berdasarkan ijazah Sekolah Dasar (SD), IRT itu lahir di Banyuasin tanggal 26 Juli 2003. Namun, ketika proses pembuatan KTP dibuat kelahiran Tahun 1999. 

Hasil Akhir PSIS Semarang Menang Besar Atas Tira Persikabo Berikut Klasmen Piala Menpora 2021

Nasib naas kembali mendatangi ibu satu anak itu lantaran diduga sudah menjadi korban rudapaksa kakak ipar.

Sumber: Sriwijaya Post
  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved