Breaking News:

Berita Ogan Ilir

Sangat Mengganggu: Satlantas Polres Ogan Ilir Desak Bengkel tak Layani Pemasangan Knalpot Brong

"Sangat mengganggu. Makanya ditertibkan," kata Sutrisman kepada wartawan di Indralaya, Rabu (23/3/2021).

TRIBUNSUMSEL.COM/Agung
Petugas Satlantas Polres Ogan Ilir mendatangi sebuah toko dan bengkel motor di Tanjung Raja untuk menyosialisasikan penolakan layanan pemasangan knalpot brong. 

SRIPOKU.COM, INDRALAYA - Satlantas Polres Ogan Ilir dalam beberapa pekan terakhir gencar menertibkan pengendara roda dua yang menggunakan knalpot brong atau knalpot racing.

Kasat Lantas Polres Ogan Ilir, AKP Sutrisman mengatakan, penertiban ini dilakukan karena kendaraan bermotor (ranmor) dengan knalpot brong sangat mengganggu ketertiban umum.

"Sangat mengganggu. Makanya ditertibkan," kata Sutrisman kepada wartawan di Indralaya, Rabu (23/3/2021).

Baca juga: Kejati Sumsel Geledah Kantor BPKAD Ogan Ilir, Dokumen Proyek Pembangunan Jalan Dalam Diamankan

Baca juga: Terkait Kasus Dugaan Korupsi Proyek Jalan, Tim Pidsus Kejati Geledah Kantor BPKAD Ogan Ilir

Penertiban ini diawali dengan sosialiasi melalui lisan, tulisan juga lewat media sosial.

"Kami sampaikan kepada masyarakat, hendaknya tidak memasang knalpot brong non standar," kata Sutrisman.

Namun fakta di lapangan, nyatanya masih banyak pengendara yang menggunakan knalpot brong sehingga terpaksa ditindak.

AKP Sutrisman menyebut, jumlah pelanggar yang ditilang mencapai puluhan pengendara.

Baca juga: Kejati Sumsel Geledah Kantor BPKAD Ogan Ilir, Usut Kasus Korupsi Proyek Peningkatan Jalan

Baca juga: MANTAN Anggota DPRD Sumsel Hardi Sopuan Meninggal Dunia, Dimakamkan di Desa Tanjung Pinang Ogan Ilir

Setelah mengimbau para pengendara untuk tidak menggunakan knalpot brong, jajaran Satlantas Polres Ogan Ilir melarang bengkel untuk tidak menjual knalpot bersuara bising tersebut.

"Kami juga sampaikan kepada para pemilik bengkel motor untuk tidak menjual atau memasang knalpot brong bagi pengendara roda dua karena dapat menimbulkan kebisingan dan mengganggu ketertiban umum," ungkap Sutrisman.

Desakan agar pemilik bengkel tak melayani pemasangan knalpot brong ini dilakukan di bengkel-bengkel diantara di wilayah Indralaya, Tanjung Raja, Pemulutan, Tanjung Batu dan daerah sentra otomotif lainnya di Ogan Ilir.

"Pemilik bengkel pokoknya jangan layani permintaan masang knalpot itu. Di bengkel-bengkel juga kami pasang stiker, tidak boleh!" tegas Sutrisman.

Baca juga: Brigadir AS Anggota dari Polres Ogan Ilir Dipecat dan Dikurung 8 Tahun Penjara, Ini Kejahatannya!

Baca juga: Sepekan Ini 3 ASN di Ogan Ilir Ditahan di Rutan Pakjo Palembang, Ada yang Ucapkan Republik Ini Adil

Ke depannya, bagi pengendara roda dua yang masih menggunakan knalpot brong, Polres Ogan Ilir akan memberikan sanksi sesuai Pasal 285 Ayat 1 Undang Undang Nomor 22 Tahun 2009 tentang Lalu Lintas dan Angkutan Jalan (LLAJ).

Pada Undang Undang LLAJ itu disebutkan, pelanggar lalu lintas dan angkutan jalan dapat dikenakan sanksi pidana penjara paling lama satu bulan atau denda Rp 250 ribu.

"Bagi yang melanggar, siap-siap kami tindak sesuai dengan Undang Undang LLAJ yang berlaku," kata Sutrisman kembali menegaskan. (Agung/TS)

Editor: RM. Resha A.U
Sumber: Tribun Sumsel
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved