Bandar Arisan Online Dicari Puluhan Ibu Rumah Tangga di Babat Toman Muba, Bawa Kabur Uang Miliaran

Puluhan ibu rumah tangga di Kelurahan Mangun Jaya, Kecamatan Babat Toman diduga sudah menjadi korban penipuan bermodus arisan online.

Penulis: Fajeri Ramadhoni | Editor: Refly Permana
net
Ilustrasi arisan 

SRIPOKU.COM, SEKAYU - Puluhan ibu rumah tangga di Kelurahan Mangun Jaya, Kecamatan Babat Toman diduga sudah menjadi korban penipuan bermodus arisan online.

Total, uang yang diduga bawa lari oleh bandar arisan online mencapai Rp 4 miliar yang merupakan milik anggota arisan online.

Saat ini, keberadaan bandar arisan belum diketahui.

Kolam Retensi di Dua Lokasi di Palembang Ini Sudah Memasuki Tahap Pembebasan Lahan, Kapan Dibangun

Korban arisan sudah mencoba mencari keberadaan si bandar di rumah orangtua, namun keberadaannya sudah menghilang dan tidak diketahui kemana.

Salah seorang korban arisan yang tidak ingin disebutkan namanya mengungkapkan dirinya sempat ragu untuk ikut, namun bandar memperlihatkan peserta yang banyak dan menyentuh uang sebesar Rp 4 milyar.

“Banyak pak yang ikut, dia pernah menunjukkan banyak yang berinvestasi sampai ratusan juta. Kalau kemarin diperlihatkan menyentuh angka Rp 4 milyar,”ujarnya.

Dirinya menjadi salah satu korban dengan menyetorkan uang sebanyak Rp17 juta, bahkan ada rekannya yang menyetorkan uang sampai Rp 135 juta. 

 “Permintaan kami cuma pertanggungjawaban dan uang kami kembali itu saja,”tutupnya.

Kuasa Hukum sejumlah korban arisan online, Jon Heri SH dan rekan, mengatakan bahwa dirinya bersama rekan-rekan diminta bantuan terhadap 40 klien untuk arisan online.

JERITAN MAMAH Muda TEngah Malam, Bongkar Aib Pria Tanpa Busana: Menyusup ke Kamar Tidur

Dimana, 40 korban mengeluhkan pemilik arisan onile menghilang dengan tidak menyetorkan uang mereka.

“Ya, ada sekitar 40 korban untuk arisan online dan lelang ini.

Hampir rata-rata korban arisan tersebut merupakan warga lokal di Kecamatan Babat Toman namun ada juga ada dari luar daerah yang ikut dalam arisan online tersebut,” kata Jon Heri SH bersama rekan, Rabu (24/3/21).

Dijelaskannya, dari 40 klien yang dipegangnya terdapat sekitar kerugian yang belum dibayarkan sebesar Rp 2 Milyar untuk 40 korban.

Disiggung belum adanya laporan ke pihak kepolisian pihaknya masih menempuh jalur mediasi, kalau tidak bisa barulah kejalur perdata.

Poltekpar Palembang Jadikan Peringatan Isra Miraj Sebagai Momentum Meneladani Akhlak Rasulullah

Halaman
12
Sumber: Sriwijaya Post
  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2023 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved