Breaking News:

Selama Masa Pandemi Covid-19, Angka Perkawinan di Muaraenim Jauh Menurun 

Di Muaraenim pada tahun 2019 jumlah perkawinan ada 4.667, sedangkan pada tahun 2020 sebanyak 4.048 perkawinan.

sripoku.com/ardani
Kemenag Muara Enim : Azhari Rahardi 

SRIPOKU.COM, MUARA ENIM - Pandemi Covid-19 terbukti mempengaruhi segala aspek kehidupan, tanpa kecuali masalah perkawinan.

Terbukti angka perkawinan di Kabupaten Muara Enim berkurang drastis bila dibandingkan pada tahun sebelumnya, Selasa (23/3/2021).

Menurut Kepala Kantor Kemenag Muara Enim, Azhari Rahardi didampingi Kasi Bimbingan Islam Alfarizal mengatakan bahwa pada tahun 2019 jumlah perkawinan ada 4.667, sedangkan pada tahun 2020 sebanyak 4.048 perkawinan.

Bila melihat dari data yang ada jumlah perkawinan terlihat turun drastis selama masa pandemi Covid 19 

"Artinya, jika ada anggapan bahwa selama pandemi akan ada peningkatan angka perkawinanitu tidak benar. BUkatinya di Muaraenim justru terjadi penurunan," katanya.

Mengenai anggapan bahwa akibat sekolah sistem Daring memicu perkawinan di kalangan pelajar meningkat juga tidak bisa benar. "Melihat dulu Sikon dan tempatnya," tegasnya. 

Saat ini, lanjut Azhari, sesuai Undang Undang 16 Tahun 2019 tentang perubahan atas Undang Undang No 1 Tahun 1974 tentang perkawinan, salah satu syarat pernikahan minimal harus usia 19 tahun baik itu laki-laki maupun perempuan. Sehingga, kedepan tidak ada perkawinan dibawah umur 19 tahun.

Tapi kalaupun ada yang menikah di bawah umur 19 tahun, pernikahannya masih sah asal memenuhi syarat dan mekanisme berlaku melalui sidang Isbath.

"Secara agama mereka yang menikah di bawah umur 19 tahun sah, tapi secara negara harus melalui sidang Isbath yang memutuskan," pungkas mantan Kemenag Lubuk Linggau ini.(ari)

Penulis: Ardani Zuhri
Editor: Azwir Ahmad
Sumber: Sriwijaya Post
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved