Breaking News:

All England 2021

INDONESIA Raksasa Bulu Tangkis Dunia, Presiden BWF Minta Maaf:'Saya Mencintai Indonesia'

BWF, via presidennya Poul-Erik Hoyer, saat menyatakan permohonan maaf kepada Indonesia terkait insiden tim bulu tangkis Merah Putih

Editor: Wiedarto
ANTARA FOTO/ACTION IMAGES via REUTERS/ANDREW BOYERS
Pebulu tangkis ganda campuran Indonesia Praveen Jordan dan Melati Daeva Oktavianti mengangkat tangan di podium usai memenangi laga final ganda campuran All England melawan pebulu tangkis Thailand Dechapol Puavaranukroh dan Sapsiree Taerattanachai di Arena Birmingham, Inggris, Minggu (15/3/2020). Praveen/Melati berhasil menjadi juara All England setelah memenangi pertandingan dengan skor 21-15, 17-21, dan 21-8 

SRIPOKU.COM, JAKARTA--Federasi Bulu Tangkis Dunia (BWF) mengakui dan menyadari betul dengan kekuatan yang dimiliki tim bulu tangkis Indonesia. Hal tersebut disampaikan BWF, via presidennya Poul-Erik Hoyer, saat menyatakan permohonan maaf kepada Indonesia terkait insiden tim bulu tangkis Merah Putih pada All England 2021, Senin (22/3/2021).

Dalam bagian surat resmi permohonan maafnya, BWF sadar betul dengan kekuatan dan pengaruh tim Indonesia yang selalu melahirkan bintang-bintang bulu tangkis. "BWF menyadari sepenuhnya bahwa Indonesia merupakan salah satu raksasa bulu tangkis dunia," demikian bagian dalam surat permohonan maaf BWF.

"Indonesia memiliki segudang pemain berbakat dan bintang-bintang juara bulu tangkis dunia yang selalu bermunculan," lanjutnya.

Selain itu, BWF pun memahami bahwa para pebulu tangkis Indonesia menjadi harapan kebanggaan bangsa.

"BWF juga menyadari bahwa para pemain bulu tangkis Indonesia telah menjadi ikon nasional dan telah menjadi tumpuan harapan bangsa di tingkat internasional," lanjut BWF.

Selain itu, Presiden BWF Poul-Erik Hoyer pun menceritakan pengalamannya saat menyaksikan Asian Games 2018 saat Indonesia menjadi tuan rumah. Dia pun mengaku mencintai Indonesia. "Ketika saya masih bermain untuk tim nasional Denmark, saya sangat merasakan hubungan keakraban yang saling menguntungkan dengan para pemain dan pelatih tim Indonesia."

"Saya juga telah menyaksikan Asian Games 2018 dan turut merasa bangga menyaksikan suksesnya penyelenggaraan sehingga menjadi event yang sangat luar biasa. Percaya dan yakinlah pada saya, saya sungguh-sungguh mencintai Indonesia," demikian BWF.

Sebelumnya, pada All England 2021, tim Indonesia dipaksa mundur dari kejuaraan setelah 20 dari 24 anggota tim mendapat surat elektronik atau e-mail dari National Health Service (NHS) Inggris.

Melalui surat tersebut, NHS menginfokan bahwa tim Indonesia berada dalam satu pesawat dengan orang yang positif Covid-19 saat penerbangan dari Istanbul menuju Birmingham. Oleh karena itu, tim Indonesia diimbau untuk menjalani karantina selama 10 hari.

Hal ini sesuai dengan regulasi Pemerintah Inggris yang mewajibkan seseorang melakukan karantina 10 hari jika berada dalan satu pesawat dengan penumpang yang positif Covid-19. Keputusan ini menjadi kenyataan pahit bagi tim Indonesia yang secara otomatis tidak bisa melanjutkan perjuangan pada All England 2021.

Artikel ini telah tayang di Kompas.com dengan judul "Meminta Maaf, BWF Sadar Sepenuhnya Indonesia Raksasa Bulu Tangkis", Klik untuk baca: https://www.kompas.com/badminton/read/2021/03/23/08272008/meminta-maaf-bwf-sadar-sepenuhnya-indonesia-raksasa-bulu-tangkis?page=all#page2.
Penulis : Eris Eka Jaya
Editor : Eris Eka Jaya

Sumber: Kompas.com
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved