Breaking News:

Berita Palembang

Pengamat Ini Sebut Wajar Jika Kemenkumham Setujui KLB Demokrat : Bagian Hakikat Demokrasi

Pengamat hukum dan Politik, Prof. DR. Faisal Santiago mengisyaratkan, jika Kemenkum HAM menyetujui izin KLB Partai Demokrat

Penulis: Abdul Hafiz | Editor: Yandi Triansyah
ISTIMEWA
Pengamat Hukum dan Politik, Prof DR Faisal Santiago 

Laporan wartawan Sripoku.com, Abdul Hafiz

SRIPOKU.COM, PALEMBANG - Pengamat hukum dan Politik, Prof. DR. Faisal Santiago mengisyaratkan, jika Kemenkum HAM menyetujui izin KLB Partai Demokrat, maka itu bagian dari hakikat demokrasi.

Menurut dia, jika hal itu benar-benar terjadi, supaya struktur partai di Indonesia, tidak bersifat ekslusif dan akan menuju demokrasi yang permanen.

“Andaikan KLB partai Demokrat disetujui, justru ada kebaikan dalam menciptakan struktur partai lebih inklusif," kata Prof. Dr. Faisal Santiago, saat diminta komentarnya, Minggu (21/3/2021).

Menurutnya, sistem negara demokrasi dan negara hukum terbagi atas dua konsepsi mekanisme kekuasan dalam menjalankan roda pemerintahan negara.

Kedua konsepsi itu saling berkaitan yang satu sama lainnya tidak dapat dipisahkan.

“Karena pada satu sisi demokrasi memberikan landasan dan mekanisme kekuasaan berdasarkan prinsip persamaan dan kesederajatan manusia, pada sisi yang lain negara hukum memberikan patokan, memerintah dalam suatu negara bukanlah orang, tetapi sistem hukum.” jelasnya.

Oleh karenanya, kata Faisal, jika partai-partai di Indonesia tidak membuat struktur yang terbuka untuk semua pihak, jangan berharap di Indonesia akan ada sistem demokrasi yang lebih permanen, karena sifatnya tidak inklusif.

Dan jangan lupa subscribe, like dan share channel Tiktok Sriwijayapost di bawah ini:

Kementerian Hukum dan HAM dalam membina sistem kepartaian menuju demokrasi permanen dapat mengoreksi terhadap partai-partai yang dalam penyususnan struktur kepengurusannya di dominasi kelompok keluarga atau cland, yakni kekerabatan.

Halaman
12
Sumber: Sriwijaya Post
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved