Breaking News:

Berita OKU Timur

Viral Surat Bupati OKU Timur ke Bulog Saat Isu Impor Beras, Petani Menjerit Harga Jual Turun

Keresahan itu semakin menjadi ketika banyaknya petani di OKU Timur yang mengeluhkan penurunan harga beras dan gabah.

SRIPOKU.COM/EVAN HENDRA
(Ilustrasi) panen beras di OKU Timur. Viral Surat Bupati OKU Timur ke Bulog Saat Isu Impor Beras, Petani Menjerit Harga Jual Turun 

SRIPOKU.COM, MARTAPURA - Selembar surat yang diduga dibuat oleh Bupati OKU Timur Lanosin, viral di sosial media.

Surat tersebut viral lantaran berisi upaya untuk menstabilkan harga beras dan gabah, yang saat ini cukup meresahkan petani di Bumi Sebiduk Sehaluan tersebut.

Keresahan petani dengan adanya wacana pemerintah pusat untuk melakukan impor beras sebanyak 1 juta ton sangat berdampak pada petani lokal khususnya di OKU Timur, karena saat ini mereka sedang melakukan panen raya.

Keresahan itu semakin menjadi ketika banyaknya petani di OKU Timur yang mengeluhkan penurunan harga beras dan gabah.

Baca juga: Kolam Pemandian Bukit Batu Mencar, Destinasi Wisata Favorit Baru di OKU Timur, Suasananya Asri !

Baca juga: Petani di OKU Timur Ini Hendak Melawan, Justru Keluarkan Senpi Saat Polisi Beri Tembakan Peringatan

Untuk harga beras sendiri dihargai kisaran Rp7.400/Kg sedangkan harga gabah Rp3.600/Kg.

Mendapati banyaknya keluhan dari masyarakat tersebut, Bupati OKU Timur H Lanosin memberikan surat kepada Kepala Perum Bulog Cabang OKU di Baturaja sebagai upaya stabilisasi harga beras dan gabah di OKU Timur.

Karena kantor Bulog berada di Baturaja sedangkan di OKU Timur hanya terdapat gudang Bulog saja.

Surat bupati itu pun viral di Media Sosial (Medsos) dan mendapatkan banyak tanggapan dari warganet.

Berikut isi surat tersebut, "Sehubungan dengan kondisi panen raya di Kabupaten OKU Timur dengan curah hujan yang cukup tinggi disertai adanya informasi dari pemerintah pusat mengenai impor beras menyebabkan harga beras dan gabah turun."

Baca juga: 3 Mayat Ditemukan di Bendungan Irigasi Perjaya OKU Timur Dalam Waktu Berdekatan, Diduga Hanyut

Baca juga: Setiap Kami Panen Harga Gabah dan Beras Pasti Turun, Petani di OKU Timur Gigit Jari

"Berdasarkan permendagri nomor 24 tahun 2020 tentang penetapan harga pembelian untuk gabah atau beras mengacu pada Pasal 3 ayat 1 point A harga Gabah Kering Panen (GKP) di tingkat petani sebesar Rp 4.200 dan harga beras dalam negeri sebesar Rp 8.300 perkilogram di Gudang Bulog."

"Mengacu pada kondisi saat ini maka kami memintas Perum Bulog Cabang OKU untuk dapat melakukan pembelian gabah dan beras petani OKU Timur sesuai dengan harga eceran tertinggi pemerintah," tulisnya.

Rudi (46) salah satu petani mengatakan, dirinya harus berusaha lebih giat lagi dalam mencari nafkah, untuk menghidupi keluarganya.

Baca juga: Pegawai KUA di OKU Timur Ini Ternyata Penulis Novel, Karyanya Siap Dijadikan Film, Ini Sosoknya!

Baca juga: Bocah Tenggelam di Buana Pemaca OKU Selatan Ditemukan di OKU Timur, Terlebih Dahulu Viral di Medsos

Di tengah kebutuhan hidup yang semakin tinggi dan hanya mengandalkan hasil panen padi di sawah.

“Rugi petani disini, kalau harga gabah hanya tiga ribuan belum lagi harga beras,” ungkapnya, Minggu (21/03/2021).

Editor: aminuddin
Sumber: Tribun Sumsel
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved