Gede Pasek Tolak Tawaran SBY Minta Ibu Ani Jadi Ketum Demokrat : Masuk Rekor Muri

Mantan politisi Demokrat Gede Pasek Suardika, mengatakan, Susilo Bambang Yudhoyono (SBY) pernah menawarkan sang istri, almarhumah Ani Yudhoyono

Editor: Yandi Triansyah
TRIBUNNEWS/BAGAS SYAFII
Ani Yudhoyono, istri Ketua Umum Partai Demokrat Susilo Bambang Yudhoyono bersalaman dengan kader partai saat akan mendengarkan pidato politik awal tahun suaminya di kantor Sekretariat DPC Partai Demokrat, Cibinong, Kabupaten Bogor, Jawa Barat, Jumat (5/1/2017). Ibu Ani Yudhoyono wafat di Singapura pada hari Sabtu 1 Juni 2019 karena sakit kanker darah. TRIBUNNEWS/BAGAS SYAFII 

SRIPOKU.COM - Mantan politisi Demokrat Gede Pasek Suardika, mengatakan, Susilo Bambang Yudhoyono (SBY) pernah menawarkan sang istri, almarhumah Ani Yudhoyono sebagai Ketua Umum Demokrat.

Namun tawaran SBY ditolak Gede Pasek.

Ia khawatir jika Ani Yudhoyono menjadi Ketua Umum Demokrat, bisa masuk rekor MURI.

Sebab saat itu, SBY dan Ibas juga sudah mendapat posisi strategis di Partai Demokrat.

Jika ditambah Ibu Ani masuk di Demokrat maka akan menyulitkan partai berlambang Mercy itu.

Diketahui SBY menawarkan Ani Yudhoyono sebagai Ketua Umum Demokrat saat kongres luar biasa (KLB) Partai Demokrat di Bali, pada 2013 silam.

Ketum Demokrat saat itu Anas Urbaningrum mundur dari jabatan ketua umum setelah ditetapkan sebagai tersangka oleh KPK.

Gede Pasek selaku loyalis Anas mengusulkan SBY sebagai Ketum Demokrat.

"Ditanya lah. 'Kamu (GPS) kenapa mau minta saya (SBY) jadi ketua umum?' (SBY) Sempat menawarkan kenapa nggak bu Ani saja (yang jadi ketua umum)," ujar GPS, saat berbincang dengan Direktur Pemberitaan Tribun Network Febby Mahendra Putra, Jumat (19/3/2021).

Namun GPS tak sepakat dengan tawaran SBY.

Menurutnya akan lebih baik SBY yang mengisi posisi itu.

Dengan demikian, otoritas Partai Demokrat dipegang oleh satu orang saja.

Sebab saat itu SBY diketahui menjabat posisi di majelis tinggi dan dewan pembina Partai Demokrat.

"Karena posisi ini yang langsung in charge itu kan pak SBY. Ketua Majelis Tinggi, Ketua Dewan Pembina, sehingga biar langsung itu disatukan saja otoritasnya itu. Tidak lagi tiga kekuatan, langsung satu lagi," jelas GPS.

Halaman
12
Sumber: Tribunnews
  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved