Breaking News:

Urgensi Pendidikan Agama Di Nusantara

Urgensi Pendidikan Agama Di Nusantara Respon Terkait Gagasan Penghapusan Frasa Agama dalam Kurikulum

Akhir-akhir ini muncul isu kontroversial mengenai gagasan menghapuskan no­men­klatur pendidikan agama Islam dan budi pekerti

Editor: Salman Rasyidin
ist
Dr. Abdurrahmansyah MAg 

Dr. Abdurrahmansyah MAg

Dosen Pascasarjana UIN Raden Fatah Palembang

Prolog

Akhir-akhir ini muncul isu kontroversial mengenai gagasan menghapuskan no­men­klatur pendidikan agama Islam dan budi pekerti menjadi pendidikan akhlak dan budaya pada kurikulum sekolah.

Isu mengenai penghapusan frasa agama ini ber­awal dari dokumen Roadmap (peta jalan) Pendidikan Nasional 2020-2035 yang tidak mencantumkan frasa “agama” dan menggantikannya dengan fra­sa “akhlak dan budaya” sebagai mata pelajaran dalam kurikulum sekolah.

Kon­­sekwensi dari perubahan ini adalah mata pelajaran Pendidikan Agama Is­lam (PAI) akan diganti menjadi mata pelajaran Pendidikan Akhlak dan Budaya (PAB).

Isu perubahan frase agama menjadi akhlak dan budaya ini jelas menimbulkan kon­troversi di kalangan umat Islam.

Pertanyaan penting yang diajukan adalah apa alasan filosofis, sosiologis, psikologis, dan historis dari perubahan ini dan a­pa tujuan rasional dari gagasan ini.

Apakah gagasan ini telah didukung oleh ana­lisis mendalam berdasarkan naskah akademik yang te­lah dikaji secara sek­sama, sehingga dapat dipahami maksud dan tujuan logis dari perubahan ini.

Jangan lupa subscribe, like dan share channel Youtube Sriwijayapost di bawah ini:

Halaman
1234
Sumber: Sriwijaya Post
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved