Kudeta Militer Myanmar

PNS Kehutanan Disiksa Tentara dan Polisi Hingga Meninggal, Ini Kata-kata Terakhirnya

Sebelum tewas, PNS yang berusia 24 tahun itu mengatakan 'kita harus melawan, mereka sangat kejam'.

Editor: Wiedarto
AFP
Sukarelawan tim medis mengevakuasi seorang korban tembak tentara Myanmar 

SRIPOKU.COM, MYANMAR--Seorang PNS negeri Pagoda Mas tewas usai disiksa Tentara dan Polisi negara itu. Sebelum tewas, PNS yang berusia 24 tahun itu mengatakan 'kita harus melawan, mereka sangat kejam'.

PNS muda tersebut bernama Ko Tun Htet Aung. Ia bergabung dengan gerakan pembangkangan sipil (CDM) yang dilaporkan tewas diduga karena disiksa pasukan keamanan usai ditahan di Monywa, Wilayah Sagaing, Myanmar.

PNS yang bekerja di kehutanan tersebut akrab dipanggil Phoe Nge, alias bocah laki-laki.

Dia merupakan anggota termuda di keluarganya sebagaimana dilansir The Irrawaddy, Kamis (18/3/2021).

Dia ditangkap pada 15 Maret sekitar pukul 11.00 waktu setempat setelah meninggalkan rumah untuk bergabung dalam demonstrasi anti junta militer.

Dia meninggal karena pendarahan internal di kepalanya pada Kamis pukul 3:10 waktu setempat di Rumah Sakit Mandalay, kurang dari dua belas jam setelah dia dibebaskan dari tahanan.

Sebelum Ko Tun Htet Aung dibebaskan, pasukan keamanan telah menahannya di Rumah Sakit Umum Monywa.

Di sana, dia dikabarkan tidak mendapatkan perawatan medis yang layak, menurut keluarga Ko Tun Htet Aung.

Keluarganya juga tidak diizinkan untuk mengunjungi atau berkomunikasi dengannya.

Dan jangan lupa subscribe, like dan share channel Tiktok Sriwijayapost di bawah ini:

Saudara Ko Tun Htet Aung mengatakan kepada The Irrawaddy bahwa mereka hanya diperbolehkan mengirim pakaian.

“Ibu kami memohon kepada mereka (pasukan keamanan) setidaknya mengizinkan kami berbicara dengannya melalui telepon untuk mengetahui kondisi aslinya,” kata saudara Ko Tun Htet Aung.

“Tetapi kami tidak diizinkan untuk berbicara dengannya dan diberi tahu bahwa kondisinya tidak buruk dan hanya mengalami sedikit memar,” imbuhnya.

Ko Tun Htet Aung lantas dibebaskan pada Rabu (17/3/2021) setelah mereka menandatangani pengakuan yang mengatakan bahwa dia akan kembali bekerja setelah pulih.

Halaman
12
  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved