Garda Terdepan Covid-19 di Palembang Ini Sudah Lima Bulan Tak Terima Insentif, Bukannya Masih Lanjut

Lima bulan sudah seorang perawat di rumah sakit swasta di Palembang ini tidak terima insentif tenaga kesehatan.

Penulis: maya citra rosa | Editor: Refly Permana
SRIPOKU.COM/MAYA CITRA ROSA
Ilustrasi perawatan pasien Covid-19. 

Laporan wartawan Sripoku.com, Maya Citra Rosa

SRIPOKU.COM, PALEMBANG - Sejak masuk sebagai perawat di ruang isolasi Covid-19 di salah satu rumah sakit swasta di Palembang, NS Lisma SKep sempat mendapatkan insentif dari pemerintah pusat.

Selama 7 bulan mulai dari bulan April hingga Oktober 2020 lalu, setiap bulannya masuk uang insentif yang ditransfer langsung ke rekening Lisma.

Bahkan nominal Insentif selalu sama jumlahnya setiap bulan, tidak ada potongan.

Seorang PNS di PALI Berpeluang Gantikan Amrah Muslimin Sebagai Komisioner KPU Sumsel, Siapa Ketua

"Selama 7 bulan itu masuk terus uang insentifnya," ujarnya, Kamis (18/3/2021).

Namun mulai dari November dan Desember 2020, hingga Maret 2021, uang insentif tidak pernah masuk ke rekeningnya lagi.

Dia tidak mengetahui apakah uang insentif tersebut dihentikan atau tidak, namun menurut kabar dari pemerintah, uang tersebut memang belum dicairkan.

"Katanya insentifnya masih berlanjut, tapi belum cair saja," ujarnya.

Menurut perawat yang sudah bekerja selama 26 tahun ini, perhitungan besaran masing-masing nakes berbeda, sesuai dengan jumlah hari kerja.

Pelajar SMP di OKI Jadi Bahan Bully Teman-temannya Usai Dipukul Diduga oleh Oknum Guru, Saya Malu

"Sesuai dengan juknisnya, mulai dari 22 hari kerja dikalikan berapa gitu, kalo sekarang hitungannya 14 hari kerja," ujarnya.

Selama bekerja di ruang isolasi, Lisma mengaku bahwa insentif tersebut termasuk sesuai dengan kerja keras para nakes selama ini.

Dimana seorang nakes dapat lebih mudah tertular dan harus siap setiap saat apabila dibutuhkan dalam kondisi darurat sekalipun.

"Kalo besaran nominal Insentif itu sebenarnya sudah sesuai dengan apa yang kita kerjakan selama ini, saya sangat bersyukur," ujarnya.

Sesuai dengan Surat Menteru Keuanga Nomor S-239/MK.02/2020 hal Insentif Bulanan dan Santunan Kematian bagi Tenaga Kesehatan yang Menangani Covid-19.

Sudah Pakai Obat Kuat tapi Hanya 30 Menit, Sebab Berry Tega Membunuh Ibu Dua Anak di Hotel Rio

Besaran insentif nakes pada 2020 sebagai berikut:

- Dokter Spesialis Rp 15.000.000/bulan

- Dokter Umum dan Gigi Rp 10.000.000/bulan

- Bidan dan Perawat Rp 7.500.000/bulan

- Tenaga Medis Lainnya Rp 5.000.000/bulan 

Sumber: Sriwijaya Post
  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2023 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved