Anton Medan Ayah Pablo Benua, Mantan Perampok Kelas Kakap 14 Kali Dipenjara Lalu Dirikan Masjid

Dikutip Kompas.com, Anton Medan dikenal luas oleh masyarakat Indonesia sebagai preman kelas kakap.

Editor: Fadhila Rahma
Kolase Nakita.id/Instagram@bangbenua
Kisah ayah Pablo Benua mantan perampok yang sudah insyaf 

SRIPOKU.COM -Keluarga Pablo Benua dan Rey Utami kini sedang berduka.

Sebab, pada Senin (15/3/2021) ayah angkat Pablo Benua yang dikenal dengan nama Anton Medan meninggal dunia pada Senin (15/3/2021).

Hal itu diungkapkan Pablo Benua melalui unggahan instagram pribadinya @bangbenua.

Instagram@reyutami Rey Utami berada di rumah duka
Instagram@reyutami Rey Utami berada di rumah duka ()

Selain Pablo, Rey Utami ternyata begitu terpukul atas kehilangan ayah mertuanya.

Rey bahkan mengunggah potret dirinya di rumah duka bersama keluarga.

"Innalillahi wa inna ilaihi rajiuun telah berpulang ke rahmatullah Ayahanda Tercinta Bapak H. Anton Medan. Kami bersaksi bapak orang baik... semoga amal ibadahnya diterima Allah SWT. Aamin. #reyutami #pablobenua," tulis Rey.

Instagram@bangbenua Ayah tercinta Pablo Benua meninggal dunia
Instagram@bangbenua Ayah tercinta Pablo Benua meninggal dunia ()

Ayah angkat Pablo Benua meninggal dunia dikabarkan karena stroke dan diabetes.

Ternyata, ayah angkat Pablo Benua bukan orang sembarangan.

Dikutip Kompas.com, Anton Medan dikenal luas oleh masyarakat Indonesia sebagai preman kelas kakap.

Anton Medan lahir di Tebing Tinggi pada 10 Oktober 1957.

Baca juga: Bukti Putus dari Amanda Manopo, Sambil Nangis Billy Syahputra Kembalikan Motor, Kini Dipakai Mas Al

Baca juga: 7 Tahun Janda dari Ivan Fadilla, Mendadak Venna Melinda Ungkap Dampak Perceraian terhadap Anak

Baca juga: Ririe Fairus Soroti Tangis Nissa Sabyan di Video Sapu Jagat Bareng Suami, Responnya Saat Melihat

Baca juga: Tingkah Nakal Atta Halilintar, Genit Minta Aurel Pakai Baju Ini Pas Malam Pertama: Biar Cilukba

Pria yang memiliki nama lahir Tan Hok Liang itu disebut pernah merampok hingga menjadi bandar judi.

Bahkan, Anton bolak-balik masuk penjara sebanyak 14 kali untuk mempertanggungjawabkan perbuatannya.

Setelah bertahun-tahun menjadi preman, Anton Medan kemudian memutuskan untuk berhenti.

Ia ingin berubah menjadi orang yang lebih baik.

Halaman
12
Sumber: Grid.ID
  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2023 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved