Breaking News:

'Di Talang Kami Terkenang', Puisi H Dheni Kurnia, Penyair Riau

Ini puisi dari penyair Riau,H Dheni Kurnia. judulnya 'Di Talang Kami Terkenang'. Puisi yang cukup panjang. Puisi ini sangat asyik untuk kita nikmati

MataPers.com
H Dheni Kurnia, penyair Riau 

SRIPOKU.COM, RIAU - Berikut ini kami sajikan salah satu puisi H Dheni Kurnia, penyair Riau, dengan judul "Di Talang Kami Terkenang'.

DI talang kami terkenang
datuk patih dan tumenggung
nama besar tanpa gelar
mengejar titah tanpa lelah 
Katakan yang benar adalah benar
yang salah adalah salah
syafaat engkau di alam wujud

kami adalah anak talang
datang jauh menjenguk lalu
bukan pemilik negeri beraja
membuka tanah meretas kampung 
meneroka padi di lahan rawang
merotan hidup di sayang hutan
mencari sanak sepanjang jalan

kami datang dari seberang
menakik getah di panas terik
dirikan pondok di ladang sultan
hidup damai bersama tendawan
mendaki bukit penuh buluh
menebar benih anak pisang
lalui batang dimana sampai

hidup kami adalah berkah
umur berlebih di medan perang
sisa dari sengketa paderi
bertempur karena sarak berbeda
marwah hilang badan terbuang
ingin pulang negeri mengutuk
rantau bertuah redupkan amuk

di talang kami terkenang
tumenggung dan patih nan sebatang
yang meletakkan kesepakatan 
bacalah dengan nama talang
hiduplah di tanah mamak
jinakkan rimba di alam raya 
jadikan nasib rumah kerinduan

kami adalah anak talang
dari pancung alas pagaruyung
dari serambi kandal mekah
dari pintu tanah Ulayat
menyeberang batang ke Indragiri
mengatur larangan dengan adat 
mengukur diri dengan Budi

kami belajar dengan hati
membaca bulan di terang malam 
mengulang jejak di deras hujan
mencari kasih lama tersimpan
memendam rindu di gelap pekat
membuat jauh menjadi dekat
hati kami dikadam makrifat

kami keturunan ibu yang sama
dari darah nan sepancang
setiang didera angin
selubuk di alam kepayang
senenek di rimba melintang
separuh perintah patih
padi jadi jagung mengupih

di talang kami menyebut 
nama batin nan bergelar
nama mamak nan bergarang
nama hutan nan berlarang
jika sakit carilah akar
jika tersesat carilah simpang
besar keturunan di madu Sialang

Di talang kami terkenang
datuk putih dan tumenggung
mengajar ilmu tak pandang waktu
mengajar hayat sepanjang ayat 
katakan yang benar adalah benar
katakan yang salah adalah salah
hidup berpantang dan berlarang

Airmolek, 17.2017

* H Dheni Kurnia dilahirkan di Air Molek, Indragiri Hulu-Riau, 15 Mei 1962. Pernah tampil baca puisi, konser puisi dan mem bentangkan puluhan makalah sastra bu daya, jurnalistik dan bisnis pers di dalam dan luar negeri. 

Editor: aminuddin
Sumber: Sriwijaya Post
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved