Breaking News:

Kami Juga Tertipu, Pemkot Lubuklinggau Kecolongan Kasus Penipuan Rumah Bersubsidi, Kerugian Miliaran

Total 430 warga kota ini selaku konsumen tertipu dengan kerugian mulai belasan juta hingga ratusan juta, dengan total mencapai miliaran rupiah.

tribunsumsel/eko
Contoh salah satu rumah PT BNS yang sudah dibeli konsumen.  

SRIPOKU.COM, LUBUKLINGGAU - Ratusan orang di Lubuklinggau, Sumatra Selatan (Sumsel) tertipu perumahan syariah.

Pengembang PT Buroq Nur Syariah (BNS) kabur usai mengambil uang down payment (DP) konsumen.

Total 430 warga kota ini selaku konsumen tertipu dengan kerugian mulai belasan juta hingga ratusan juta, dengan total mencapai miliaran rupiah.

2 Warga Palembang Bobol Rumah Mewah di Jl Melati Prabumulih, Ditangkap Ipda Haryoni di Rumah Mertua

Dalam kasus ini, Sekretaris Daerah (Sekda) Lubuklinggau, H Rahman Sani, mengaku bila Pemerintah Kota (Pemkot) Lubuklinggau kecolongan dan ikut tertipu.

"Memang kasus ini cukup rumit. Kami (Pemkot Lubuklinggau) juga merasa tertipu," ungkap Sekda, Minggu (14/3/2021).

Sekda mengaku didampingi Asisten II bersama Kepala DPMPTSP, Hendra Gunawan, Kabag Hukum Hendri Hermani serta sejumlah jajaran pemkot Lubuklinggau terus mempelajari kasus tersebut. 

"Kami juga sudah beberapa kali mempelajari apa yang harus disikapi pemkot dalam kasus ini, prinsipnya pemerintah memfasilitasi, mengayomi, dan mendengar masyarakat agar bisa di selesaikan sama-sama," ujarnya. 

Ia menyampaikan, saat ini masih Pemkot Lubuklinggau siap menerima saran dan masukan dari tim dari luar pemkot, bahkan, kalau dibentuk tim bagaimana kerjanya juga nanti masih dipelajari.

Kecamatan Bukit Kecil Sabet Juara Pertama MTQH Tingkat Kota Palembang

"Misal polisi, pengadilan dan lainnya. Jangan sampai tim dibentuk, namun tidak bisa bergerak.

Karena masyarakat kita yang dirugikan, ya kita siap membantu," tambahnya.

Jon, kuasa hukum dari para korban PT Buraq, menyebutkan bahwa saat ini pihak PT Buraq sendiri nampaknya membenturkan antara masyarakat, baik yang pemilik lahan maupun yang sebagai korban.

"Kami, meminta kepada pemerintah untuk menengahi yang diminta konsumen. Karena, korban atau konsumen hanya meminta diteruskan pembangunan atau dikembalikan uang," katanya.

Sementara, Kepala DPMPTSP Lubuklinggau Hendra Gunawan, menyarankan agar ada pendampingan atau bantuan hukum dalam penanganan kasus ini.

PRIA Ini Miliki Kebun Ganja di Halaman Rumahnya, Tinggi Tanaman Capai 2 CM, Sempat tak Mengaku

"Kalau mau dikembalikan uang, siapa yang mau mengembalikan. Lebih baik kita memberikan bantuan hukum," timpalnya.

Penulis: Eko Hepronis

Editor: Refly Permana
Sumber: Tribun Sumsel
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved