Kajari Prabumulih: BPKP Hitung Kerugian Negara, Kasus Dugaan Korupsi KMKWA

Kasus dugaan korupsi pemberian fasilitas KMKWA memasuki penghitungan kerugian negara oleh BPKP

Editor: Azwir Ahmad
Kajari Prabumulih: BPKP Hitung Kerugian Negara, Kasus Dugaan Korupsi KMKWA
sripoku.com/ho
Kepala Kejaksaan Negeri (Kajari) Prabumulih, Topik Gunawan SH MH

SRIPOKU.COM, PRABUMULIH - Penyidikan kasus dugaan korupsi pemberian fasilitas Kredit Modal Kerja Konstruksi Withdrawall Approval (KMKWA) oleh salah satu Bank BUMN di Prabumulih, sudah masuk tahap penghitungan kerugian negara oleh Badan Pengawas Keuangan dan Pembangunan (BPKP).

Hal itu diungkapkan Kepala Kejaksaan Negeri (Kajari) Prabumulih, Topik Gunawan SH MH kepada wartawan akhir pekan kemarin.

"Tim sudah  turun sejak dua minggu lalu. Pemeriksaan oleh BPKP dilakukan di kantor Kejari Prabumulih," ungkapnya kepada wartawan melalui pesan singkat.

Kajari juga menuturkan di Solo dan Jakarta pihaknya saat ini tengah melakukan pemeriksaan terhadap ahli dari OJK (Otoritas Jasa Keuangan). "Pemeriksaan di Jawa atau tepatnya di Solo dan Jakarta," bebernya.

Disinggung mengenai berapa lama Laporan Hasil Pemeriksaan (LHP) BPKP selesai dan keluar, pria asal Brebes Provinsi Jawa Tengah ini memprediksi akan selesai akhir Maret atau awal April 2021 mendatang. "Kita prediksi mudah-mudahan akhir Maret ini sudah selesai," ungkapnya.

Jangan lupa juga subscribe, like dan share channel Instagram Sriwijayapost di bawah ini:

Lebih lanjut mantan Kajari Gorontalo itu menjelaskan, sambil menunggu LHP dari BPKP pihaknya bakal melakukan gelar perkara (ekspose) hasil penyidikan tim penyidik.

"Secepatnya (gelar perkara-red) nunggu BAP ahli dari OJK selesai. Kalau dari BPKP kan tinggal nunggu LHP dan melakukan BAP auditor," bebernya.

Untuk diketahui, mulai Oktober 2020 lalu Kejari Prabumulih menangani perkara dugaan korupsi pemberian fasilitas kredit modal kerja kontruksi. Tim penyidik yang menangani perkara itu, sudah menaikan status ke tahap penyidikan awal November 2020 lalu.

Pasca menaikan status ke penyidikan, tim penyidik terus melengkapi berkas perkara dengan melakukan penggeledahan di salah satu Bank BUMN di Jalan Jendral Sudirman Kelurahan Prabumulih Kecamatan Prabumulih Barat.

Dalam penggeledahan itu, jaksa menyita dokumen-dokumen yang berkaitan dengan aturan kredit dan berkas pinjaman. Tim penyidik juga telah memintai keterangan terhadap sejumlah saksi, yang berada di Kota Prabumulih maupun yang ada di luar kota Prabumulih. (eds)

Dan jangan lupa subscribe, like dan share channel Tiktok Sriwijayapost di bawah ini:

Sumber: Sriwijaya Post
  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2023 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved