Pembunuhan Berantai

Pembunuhan Berantai Sadis,2 Wanita Muda Tewas, Korban Dikencani Dulu, Dibunuh Dan Dirampok

Sebutan apa yang paling cocok disandangkan terhadap pelaku pembunuhan secara berantai yang sebelumnya diiming-imingi duit

Editor: Salman Rasyidin
TribunnewsBogor.com/Naufal Fauzy
Pelaku pembunuhan berantai, MRI (21) diduga menikmati aksji kejinya, Ia sudah mengencani seorang siswi SMA dan seorang janda muda di Bogor, tapi kemudian dibunuh dan mayat korban dibuang di dua tempat berbeda 

SRIPOKU.COM—Sebutan apa yang paling cocok disandangkan terhadap pelaku pembunuhan secara berantai yang sebelumnya diiming-imingi duit, dikencani dibunuh dan hartanya disikat.

Dan yang paling sadisnya, dalam seminggu, korbannya dua wanita muda dirayu lewat media social.

Dan lansiran WARTAKOTALIVE.COM, malah mengistilahkan “Gawat” karena, pelaku pembunuhan berantai di Bogor diduga menikmati aksi kejinya.

Padahal dalam dua minggu dua wanita muda telah menjadi korbannya.

Yakni diiming-imingi uang, dikencani, dibunuh, lalu diambil hartanya.

Polres Bogor bersama Polresta Kota Bogor berhasil mengungkap dua kasus pembunuhan yang terjadi di dua tempat yakni di Kota Bogor dan Kabupaten Bogor atau tepatnya kawasan Puncak, Jawa Barat.

Kasus pembunuhan ini dilatari perampokan barang-barang korban yang juga merupakan teman kencannya.

"Korban EL (23) ini dibuang, jadi keterangan dari tersangka ini, dia membunuh dengan cara korbannya dicekik kemudian dimasukkan ke dalam tas," kata Kepala Polresta Bogor Kota Komisaris Besar Susatyo Purnomo Condro.

Kasus ini dalam penyidikan di area kebun kosong di Gunung Geulis, Kampung Cidadap, Desa Pasir Angin, Kecamatan Megamendung, Kabupaten Bogor, Jawa Barat.

Susatyo mengatakan, tersangka berinisial MRI (21) membunuh dengan cara mencekik teman kencannya.

Tersangka MRI (21) pelaku pembunuhan berantau dengan dua orang korban meninggal dunia, yakni seorang siswi SMA di Kota Bogor yang mayat dimasukan plastik di cilebut dan seorang perempuan muda berstatus janda
Tersangka MRI (21) pelaku pembunuhan berantau dengan dua orang korban meninggal dunia, yakni seorang siswi SMA di Kota Bogor yang mayat dimasukan plastik di cilebut dan seorang perempuan muda berstatus janda ((TribunnewsBogor.com/Lingga Arvian Nugroho))

Dua korban yang tak lain adalah DS (18) dan EL (23) sebelumnya ditemukan tak bernyawa di dua tempat tersebut. Keduanya merupakan korban yang diajak kencan lewat media sosial oleh MRI.

"Ini termasuk dalam kaitan serial killer atau pembunuh berantai, tidak hanya sekitar 2 minggu melakukannya tapi TSK kembali melakukannya dan ada kecenderungan untuk menikmati dengan meninggalnya dua korban tersebut," ungkap Susatyo sembari menginterogasi tersangka MRI di lokasi, Kamis (11/3/2021).

 Susatyo kembali menyampaikan bahwa MRI membunuh dengan modus memancing korban yang sekaligus merupakan teman kencannya itu ke sebuah hotel dengan iming-iming uang.

Adapun alat yang digunakannya untuk mengakhiri dan membuang nyawa korbannya yaitu menggunakan tas ransel.

Tersangka MRI mengeksekusi dengan tangannya sendiri lalu memasukannya ke dalam tas gunung.

Setelah itu, korban dibuang ke tempat yang berbeda atau tepatnya di lokasi terbuka yakni di pinggir jalan.

"Modusnya sama, TSK ini berjanjian kenalan lewat medsos kemudian ketemu dibawa dengan iming-iming uang ke penginapan, lalu setelah berkencan korban dihabisi dengan dicekik kemudian barang-barangnya diambil," terang dia.

"Ada satu plastik hitam yang belum digunakan, maka dari situ kami menduga ada indikasi terkait dengan pembunuhan EL," ujar dia.

Heboh Pembunuhan Berantai

Seperti diketahui, heboh pembunuhan berantai di Bogor, korbannya seorang siswi SMA dan seorang janda.

Pelaku berinsial MRI (21) ditangkap, pria itu diduga ketagihan melakukan kejahatan dengan mengencani korban, membunuh, lalu merampok hartanya.

Tersangka MRI rupanya tak hanya membunuh Diska Putri (EL/17) siswi SMA yang mayatnya ditemukan dalam plastik di Cilebut, Kota Bogor.

Kapolresta Bogor Kota Kombes Pol Susatyo Purnomo Condro saat memperlihatkan foto kondisi 2 korban pembunuhan berantai dengan pelaku MRI ketika gelar rilis kasus di Mapolresta Bogor Kota, Kamis (11/3/2021).
Kapolresta Bogor Kota Kombes Pol Susatyo Purnomo Condro saat memperlihatkan foto kondisi 2 korban pembunuhan berantai dengan pelaku MRI ketika gelar rilis kasus di Mapolresta Bogor Kota, Kamis (11/3/2021). (TribunnewsBogor.com/Lingga Arvian Nugroho)

Tetapi ada korban lainnya yakni janda muda bernama, Elya Lisnawati (EL/25)

Mayat Diska, warga Cibungbulang, Kabupaten Bogor itu ditemuka warga pada 25 Februari 2021 lalu..

Mayat Elya Lisnawati ditemukan di pinggir jalan kawasan Gunung Geulis, Desa Pasir Angin, Kecamatan Megamendung, Kabupaten Bogor yang mayatnya ditemukan pada, Rabu (10/3/2021) kemarin.

Polisi menyebut, jika tersangka MRI ini melakukan pembunuhan berantai dalam waktu 2 minggu.

"Polresta Bogor Kota telah berhasil menghentikan aksi biadab dari tersangka MRI (21) yang kami duga berprilaku layaknya serial killer atau pembunuhan berantai," ujar Kapolresta Bogor Kota Kombes Pol Susatyo Purnomo Condro saat gelar rilis kasus di Mapolresta Bogor Kota, Kamis (11/3/2021).

Menurut Kombes Pol Susatyo Purnomo Condro, pelaku berkenalan dengan korban melalui media sosial.

Ia menerangkan, berdasarkan hasil pemeriksaan terungkap bahwa pelaku melakukan dua kali aksi pembunuhan dalam waktu berdekatan.

EL Bilang Mau Kondangan

Elya Lisnawati (25) merupakan salah satu korban pembunuhan yang dilakukan MRI (21).

Janda beranak satu ini ditemukan dalam kondisi sudah tidak bernyawa di pinggir jalan kawasan Gunung Geulis, Desa Pasir Angin, Kecamatan Megamendung, Kabupaten Bogor.

Suasana duka pun langsung menyelimuti kediaman keluarga almarhumah di Kampung Tenggek, RT 03/01, Desa Cimande Hilir, Kecamatan Caringin, Kabupaten Bogor yang berjarak sekitar 10 km dari lokasi penemuan mayat korban.

"Keluarga syok awalnya, gak percaya, saya juga sendiri ngerasain, keponakan sendiri, gak percaya," kata paman korban, Mardiansyah (30) kepada TribunnewsBogor.com di rumah duka, Rabu (10/3/2021) sore.

Dia menceritakan bahwa sebelum ditemukan tewas, sehari sebelumnya, Selasa (9/3/2021) korban pamit ingin pergi kondangan.

Korban mengaku kepada keluarga akan kondangan bersama teman-temannya di kawasan Cianjur.

Namun selang sehari kemudian, korban malah ditemukan di kawasan Pasir Angin yang berjarak sekitar 10 km dari rumah dalam kondisi tak bernyawa.

"Awalnya cerita sih mau kondangan, kemarin pagi, ke Cianjur. Dengernya sih sama temennya berangkatnya," kata Mardiansyah.

Dia menuturkan bahwa almarhumah merupakan anak pertama dari tiga bersaudara yang juga merupakan seorang janda.

Dikencani Dulu

Pembunuhan berantai di Bogor, Jawa Barat dilatari perampokan barang-barang korban yang juga merupakan teman kencannya.

"Korban EL (23) ini dibuang, jadi keterangan dari tersangka ini, dia membunuh dengan cara korbannya dicekik kemudian dimasukkan ke dalam tas," kata Kepala Polresta Bogor Kota Komisaris Besar Susatyo Purnomo Condro dalam penyidikan di area kebun kosong di Gunung Geulis, Kampung Cidadap, Desa Pasir Angin, Kecamatan Megamendung, Kabupaten Bogor, Jawa Barat.

Tersangka MRI mencekik dua teman kencannya, DS (18) dan EL (23) sebelumnya ditemukan tak bernyawa di dua tempat tersebut.

Keduanya merupakan korban yang diajak kencan lewat media sosial oleh MRI.

"Ini termasuk dalam kaitan serial killer atau pembunuh berantai, tidak hanya sekitar 2 minggu melakukannya tapi TSK kembali melakukannya dan ada kecenderungan untuk menikmati dengan meninggalnya dua korban tersebut," ungkap Susatyo sembari menginterogasi tersangka MRI di lokasi, Kamis (11/3/2021).

Pembunuhan berantai yang terjadi di dua tempat yakni di Kota Bogor dan Kabupaten Bogor atau tepatnya kawasan Puncak, Jawa Barat ini diungkap Polres Bogor bersama Polresta Kota Bogor.

Polres Bogor bersama Polresta Kota Bogor mengungkap dua kasus pembunuhan yang terjadi di dua tempat yakni di Kota Bogor dan Kabupaten Bogor atau tepatnya kawasan Puncak, Jawa Barat, Kamis (11/3/2021)
Polres Bogor bersama Polresta Kota Bogor mengungkap dua kasus pembunuhan yang terjadi di dua tempat yakni di Kota Bogor dan Kabupaten Bogor atau tepatnya kawasan Puncak, Jawa Barat, Kamis (11/3/2021) ((KOMPAS.COM/AFDHALUL IKHSAN))

Susatyo kembali menyampaikan bahwa MRI membunuh dengan modus memancing korban yang sekaligus merupakan teman kencannya itu ke sebuah hotel dengan iming-iming uang.

Adapun alat yang digunakannya untuk mengakhiri dan membuang nyawa korbannya yaitu menggunakan tas ransel.

Tersangka MRI mengeksekusi dengan tangannya sendiri lalu memasukannya ke dalam tas gunung.

Setelah itu, korban dibuang ke tempat yang berbeda atau tepatnya di lokasi terbuka yakni di pinggir jalan.

"Modusnya sama, TSK ini berjanjian kenalan lewat medsos kemudian ketemu dibawa dengan iming-iming uang ke penginapan.

Lalu setelah berkencan korban dihabisi dengan dicekik kemudian barang-barangnya diambil," terang dia.

"Ada satu plastik hitam yang belum digunakan, maka dari situ kami menduga ada indikasi terkait dengan pembunuhan EL," ujar dia. (Kontributor Kabupaten Bogor, Afdhalul Ikhsan)

Artikel ini telah tayang di Wartakotalive dengan judul Gawat, Pelaku Pembunuhan Berantai Diduga Menikmati Aksi Kejinya, Dua Wanita Muda Telah Jadi Korban, https://wartakota.tribunnews.com/2021/03/12/gawat-pelaku-pembunuhan-berantai-diduga-menikmati-aksi-kejinya-dua-wanita-muda-telah-jadi-korban?page=all.

Sumber: Warta Kota
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
Komentar

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved