Breaking News:

Melirik Potensi PAD dari Transportasi Sungai Musi

Pemkot Palembang melakukan revisi Peraturan Daerah (Perda), menjadikan retribusi sebagai pengganti surcharge.

Sripoku.com/Chairul Nisyah
Aktifitas transportasi air yang ada di Perairan Sungai Musi Jembatan Ampera Palembang. 

Laporan wartawan Sripoku.com Rahmaliyah

SRIPOKU.COM, PALEMBANG -- Mobilitas transportasi di perairan Sungai Musi masih cukup tinggi.

Hal ini kemudian dilirik oleh Pemerintah Kota Palembang guna memaksimalkan pendapatan bagi daerah. 

Sebagai salah satu langkah untuk mengoptimalisasi pendapatan tersebut, Pemkot Palembang melakukan revisi Peraturan Daerah (Perda), menjadikan retribusi sebagai pengganti surcharge.

Sekretaris Daerah (Sekda) Kota Palembang, Ratu Dewa menjelaskan, bila nanti revisi Perda disetujui maka potensi retribusi dari penyelenggaraan transportasi sungai dari hasil sangat besar, berkisar Rp 100 - 150 Miliar pertahun. 

"Palembang memang punya payung hukum berupa Perda untuk penyelenggaraan transportasi sungai dan penerimaan daerah dari penyelenggara transportasi sungai ini."

"Namun itu belum berjalan optimal," katanya. 

Namun, diakui Dewa, revisi Perda ini akan memakan waktu panjang karena menyangkut koordinasi terkait penyelenggaraan transportasi di Sungai Musi atau Jembatan Ampera, yang masuk ranah Pemprov Sumatera Selatan dan Pemerintah pusat. 

"Revisi sudah diusulkan. Ada beberapa hal harus direvisi, bergulir terus."

"Revisi ini setidaknya ada sekitar 50 aturan yang harus diganti. Dan ini juga dari kementerian masih dipelajari," jelasnya.

Sebelumnya, Kepala Dinas Perhubungan Kota Palembang, Agus Rizal mengatakan, dari surcharge akan masuk ke pendapatan lain-lain dari pemanfaatan fasilitas perairan di bawah Jembatan Ampera. 

"Berdasarkan pada 2020 menyumbang sekitar Rp 5 Miliar," katanya. (Cr26)

Penulis: Rahmaliyah
Editor: Ahmad Sadam Husen
Sumber: Sriwijaya Post
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved