Breaking News:

Jika Pemerintah Main-main Pasti Digebuk, Mahfud MD : Belum Tentu Dukung Pemerintah Selalu Menang

nanti lihat faktanya saja. Begini jika pemerintah main main pasti akan digebuki juga oleh masyarakat

Penulis: fadhila rahma | Editor: Yandi Triansyah
TRIBUNNEWS/IRWAN RISMAWAN
Menteri Koordinator Bidang Politik, Hukum, dan Keamanan (Menkopolhukam) Mahfud MD berpose usai wawancara khusus dengan Tribunnews.com di Kantor Kemenkopolhukam, Jakarta, Selasa (19/11/2019). TRIBUNNEWS/IRWAN RISMAWAN 

SRIPOKU.COM - Menkopolhukam Mahfud MD, masih memastikan Ketua Umum Demokrat yang resmi masih dijabat oleh Agus Harimurti Yudhoyono (AHY) dan Ketua Majelis Tinggi yakni Susilo Bambang Yudhoyono (SBY).

"Sampai hari ini belum ada laporan sehingga Ketuanya Pak AHY dan Majelis tingginya pak SBY, " kata Mahfud Kamis (11/3/2021) dikutip dari acara Mata Najwa tadi malam.

Menurut mantan Ketua MK itu, jika pihak dari KLB Demokrat resmi mendaftarkan maka baru ada penyelesaian secara hukum administrasi.

Sehingga pihaknya akan berpedoman pada UU kepartaian, dan keputusan Kemenkumham nomor 34 tahun 2017 tentang tata cara pendaftaran partai dan pengurus-pengurusnya dan AD ART yang berlaku.

"Satu yang politik, kita ndak ikut campur kita menganggap itu urusan masyarakat, kita hukumnya saja," kata dia.

Mahfud memastikan pemerintah akan menilai semua itu secara proposional.

Selanjutnya Menkopolhukam juga mejelaskan soal keberadaan Moeldoko yang terlibat dalam KLB Demokrat.

Menurut Mahfud saat ini Presiden Jokowi sudah mengetahui tetapi ketika akan berangkat (KLB) betul betul tidak mengetahui.

"Waduh saya tak tahu betul itu, hari kamis pagi saya, sama pak Moeldoko masih meresmikan sesuatu di Banten," kata Mahfud menirukan perkataan Jokowi.

Selain itu Mahfud mengaku juga melakukan konfirmasi dengan Moeldoko.

"Itu urusan saya, itu saya tak ditanya, dan memang semuanya kaget, dan sorenya orang ribut-ribut," kata dia.

Saat ditanya soal tindakan yang dilakukan Moeldoko tidak melanggar etika tidak ada yang aneh terhadap gerakan itu ?

Mahfud menjelaskan orang bisa berbeda beda menilai semua itu, tergantung motifnya.

Menurut dia, sejak dulu setiap ada KLB ada orang istana.

Halaman
12
Sumber: Sriwijaya Post
  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2023 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved