Breaking News:

AWAS Bahaya Tren Masker Pakai Tali Strap, Ada Virus Ikut Menempel, Ini Penjelasan Ahli Epidemiologi

para penggunanya harus berhati-hati, karena tali strap dapat membawa risiko mengurangi higienitas masker yang dikenakan.

Instagram/NET
Ilustrasi strap masker kekinian. 

Laporan wartawan Sripoku.com, Maya Citra Rosa

SRIPOKU.COM, PALEMBANG - Ditengah pandemi Covid-19, inovasi masyarakat agar dapat lebih nyaman saat menggunakan masker, salah satunya tali strap.

Tali strap adalah penyambung masker yang sedang tren untuk mengalungkan masker saat dilepas.

Fungsinya agar masker tetap berada di dekat pengguna, tidak hilang dan mudah saat akan dipakai lagi.

Salah seorang pengguna tali strap, Tri mengatakan dia menyukai menggunakan tali strap ini karena setiap hari seringkali kesulitan menyimpan masker jika ingin makan atau minum.

Dia melihat banyak orang yang sudah memakai dan menjualnya, dengan ditambah hiasan unik yang membuat dirinya tertarik untuk ikut menggunakan tali strap.

"Saya liat banyak yang pakai, artis itu juga banyak yang pakai, juga banyak yang jual sekarang di pasar, biar untuk mudah kalo lagi dilepas maskernya cepat dipake lagi," ujarnya, Kamis (11/3/2021).

Namun dia tidak mengetahui bahwa tali strap ini ternyata dapat membuat virus ikut menempel di dalam masker dan berbahaya saat dipakai kembali.

Oleh karena itu, dibalik inovasi praktis ini, ternyata para penggunanya harus berhati-hati, karena tali strap dapat membawa risiko mengurangi higienitas masker yang dikenakan.

Bahkan BPOM sudah menyarankan agar masyarakat tidak menggunakan tali strap ini, karena masker yang digantungkan ke leher pada sisi dalam sudah terkontaminasi droplet saat bicara, batuk atau udara dari helaan nafas yang kotor.

Hal ini dapat berpotensi menularkan orang-orang di sekitar saat masker tersebut digantungkan menggunakan tali strap.

Ahli Epidemiologi Sumsel, Dr. Iche Andriyani menganjurkan untuk tidak menggunakan tali strap masker.

"Karena berpotensi membuat penggunanya untuk sering bongkar pasang masker. Bahkan kita khawatir malah masker akan terkontaminasi," ujarnya.

Menurutnya, lebih baik menyimpan masker menggunakan kantong yang dapat ditutup rapat. Berbahan kertas atau lainnya, sehingga aman menyimpan masker saat dilepas ketika makan atau minum.

"Masker itu sama seperti pakaian, saat digantung terlalu lama tanpa perlindungan, maka dapat berpotensi menempelnya virus," ujarnya.

Penulis: maya citra rosa
Editor: Welly Hadinata
Sumber: Sriwijaya Post
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved