Breaking News:

Supersemar

Soeharto, Supersemar dan Gelar Pahlawan Nasional

Presiden kedua Republik Indonesia, Soeharto, meninggal dunia pada tanggal 27 Ja­­nu­ari 2008.

Soeharto, Supersemar dan Gelar Pahlawan Nasional
ist
Dasman Djamaluddin SH.M.Hum

Oleh : Dasman Djamaluddin SH.M.Hum

Mantan Wartawan Sriwijaya Post , Jurnalis,Sejarawan.

Presiden kedua Republik Indonesia, Soeharto, meninggal dunia pada tanggal 27 Ja­­nu­ari 2008.

Beliau dimakamkan di Astana Giribangun, Matesih, Karanganyar, Ja­wa Tengah se­ki­tar 35 kilometer di timur kota Surakarta.

Memang, setelah Presiden Soeharto meninggal dunia, muncul berbagai pendapat di te­ngah masyarakat, apakah Soeharto itu layak atau tidak diangkat se­bagai Pah­la­wan Nasional?

Ada yang mengatakan setuju, ada yang menolak de­ngan ber­­bagai alasan.

Ji­ka setuju, sebagai contoh, dengar saja suara Legiun Veteran RI (LVRI), di mana sa­­­ya pernah membantu Majalah LVRI, sebagai Redaktur Pelaksana majalah ter­se­but.

Menurut LVRI, sungguh layak Soeharto diangkat menjadi Pahlawan Na­si­onal.

Ada catatan dari LVRI yang sangat mendukung Soeharto sebagai Pah­la­wan Na­sional.

Catatan itu saya simpan dan bunyinya sebagai berikut : Asswwb, Pak Das­man yth, Beliau (Pak Harto, Pen.) dan Ibu Tien adalah Veteran Pejuang Ke­­mer­dekaan RI, itu fakta.

Halaman
1234
Editor: Salman Rasyidin
Sumber: Sriwijaya Post
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved