Breaking News:

Berita Muba

Dikira Batang Pohon yang Mengapung, saat Disenter Warga Sontak Terkejut, Ternyata Jasad Rendi Fadli

Diketahui mayat laki-laki tersebut bernama Rendi Fadli yang ditemukan dalam posisi tertelentang, Rabu (10/3/21) sekitar pukul 00.30 WIB.

Sripoku.com/Fajeri Ramadhoni
Tim SAR BPBD Muba ketika mengevakuasi jasad Rendi Fadli yang ditemukan di Sungai Musi Desa Bailangu Timur 

Laporan wartawan Sripoku.con, Fajeri Ramadhoni

SRIPOKU.COM, SEKAYU - Masyarakat Kecamatan Sekayu Kabupaten Musi Banyuasin (Muba) digemparkan dengan penemuan sesosok mayat laki-laki di Sungai Musi Desa Bailangu Timur.

Diketahui mayat laki-laki tersebut bernama Rendi Fadli yang ditemukan dalam posisi tertelentang, Rabu (10/3/21) sekitar pukul 00.30 WIB.

Berdasarkan informasi yang dihimpun, penemuan mayat tersebut ditemukan oleh masyarakat sekitar yang mengira bahwa jasad tersebut sebuah bongkahan atau batang pohon.

Setelah didekati bongkahan pohon tersebut berbau busuk dan ketika di senter ternyata orang yang hampir membusuk.

“Kami kira kayu pak, setelah di senter ternyata orang dan kami langsung melaporkan kejadian ke perangkat desa,”ujar warga yang enggan disebutkan namanya.

Sementara itu, Kepala BPBD Muba Jonni Marthonan melalui Komandan Tim SAR Alpikar, menyebutkan evakuasi terhadap korban dilakukan setelah pihaknya menerima laporan dari masyarakat.

Sejumlah tim langsung meluncur ke lokasi untuk pengambilan jenazah.

“Setelah dilakukan identifikasi singkat, diketahui korban bernama Rendi Fadli yang tenggelam pada 17 Febuari 2021 lalu dan baru ditemukan setelah 21 hari tenggelam,”kata Alpikar, Rabu (10/3/2021).

Lanjutnya, korban pada saat ditemukan dalam posisi tertelentang dan kondisi sudah mengeluarkan arom tidak sedap.

“Korban langsung kita evakuasi ke RSUD Sekayu kemudian barulah di makamkan oleh pihak keluarga,”jelasnya.

Sebelumnya, korban beserta anak dan istri menyebrangi sungai musi dengan menyewa perahu warga sekitar.

Ketika perahu sudah berada di tengah sungai perahu karam lalu tenggelam

Si Supir perahu sempat menyelamatkan anak dan istri korban dengan dibantu warga sekitar pinggiran sungai yang kebetulan melihat kejadian, sedangkan korban terlempar dari perahu lalu tenggelam.

Diketahui mereka dari Kota Sekayu hendak ke kebun yang letaknya di seberang sungai, mereka pun menggunakan ketek, saat ketek berjalan diduga mereka takut diatas ketek, membuat ketek pun oleng dan terbalik.

Penulis: Fajeri Ramadhoni
Editor: Welly Hadinata
Sumber: Sriwijaya Post
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved